Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

7 Cara Menambah Kosakata Bahasa Asing

Hello, all! Minna, konnichi wa! Hallo, iedereen! Saluton, ĉiuj! Ciao a tutti! Halō, ellarū! Modu annyeonghaseyo! Salve, omnes! Dàjiā hǎo! Kumusta, lahat! Olá, todos! Privet, vsem! Geia se ólous!

Miichan tengah mencari tugas yang diberikan Miss Ri, guru Bahasa Inggris Miichan. Dan tiba-tiba Miichan menemukan artikel yang menarik dan bermanfaat, jadi Miichan rasa ada baiknya dishare ke sini ^^

Adakah di antara kalian yang tertarik mempelajari bahasa asing? Kalau Miichan saat ini tengah berusaha belajar Bahasa Inggris dan Jepang ^0^)/ Salah satu upaya dalam mempelajarinya adalah menambah kosakata dalam bahasa tersebut.

Berikut adalah 7 cara untuk menambah kosakata kita! Check this out~


  1. Cintai kata. Kau harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari kosakata baru jika ingin berhasil memperkaya kosakatamu.
  2. Baca. Bacalah semua jenis buku yang berbahasa yang ingin kau pelajari. Jika menemukan kata yang tidak dimengerti, baca kalimat sekitarnya dan coba pahami maksud dari bacaan tersebut. Kemudian tebak dan setelah itu, periksalah tebakanmu di kamus atau lebih canggihnya di Google Translate xP
  3. Bermain game kosakata dengan temanmu. Cobalah permainan boggle, scrabble, ataupun catch-phrase. Tidak hanya itu saja, sebenarnya masih banyak permainan kosakata yang bagus yang akan mengajarkan kosakata baru pada kita. Terlebih lagi dengan teknologi canggih saat ini. 
  4. Gunakan kosakata baru tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Jika telah sering digunakan, pasti lama kelamaan akan terbiasa dan hafal. Tapi ingat, hanya gunakan di waktu yang tepat. Jangan malah menggunakan Bahasa Jepang jika kalian tengah dalam pelajaran Bahasa Inggris (contohnya).
  5. Carilah teman yang dapat berbicara dengan bahasa tersebut. Atau seminimalnya yang juga tengah belajar bahasa yang sama. Jika sudah berhasil menemukan sosoknya (?), ajaklah dia untuk mengobrol dengan bahasa tersebut.
  6. Carilah lagu dengan bahasa tersebut dan dengarkan dengan seksama. Jika sudah, cobalah menerjemahkannya. Kemudian pelajarilah (lirik lagu asli dan terjemahannya)
  7. Jangan mudah menyerah. Karena belajar bahasa asing itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Percayalah bahwa suatu hari nanti, ilmu bahasa tersebut dapat bermanfaat bagi kalian. Dengan begitu, kalian akan semakin terpacu dan semangat dalam mempelajarinya.
Mungkin itu yang bisa Miichan bagikan pada kalian. Semoga bermanfaat, ya!
Yosh, mari kita berjuang dan belajar bersama-sama~!

Jyaa.

Source here.

Komentar

  1. Thank infonya ya, Nis! Aku setuju deh sama posting-an diatas. Top bgt...
    Nih, Clara...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Clara~ Terima kasih kembali, ya, karena sudah berkunjung! ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...