Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Keunggulan Lokasi Indonesia: Keunggulan Iklim

Konban wa~

Miichan sudah lama tidak ngeblog. Dan karena Miichan sekarang sedang mengerjakan tugas IPS, jadi ada baiknya Miichan sekalian sharing beberapa informasi dari tugas tersebut di sini :D

Keunggulan Iklim Indonesia
Terdapat beberapa iklim matahari, seperti berikut:


Sedangkan Indonesia berada di tempat berikut:


Letak astronomis Indonesia adalah 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT.
Sehingga Indonesia termasuk negara beriklim tropis.

Keunggulan berada di wilayah iklim tropis antara lain :
  • Curah hujan relatif tinggi
  • Tekanan udara yang rendah
  • Temperatur yang tidak begitu ekstrim
  • Matahari yang terus bersinar sepanjang tahun
  • Seimbangnya lama siang dan malam
  • Terjadinya musim penghujan dan kemarau yang berganti setiap semester sekali


Miichan hanya ingin menyampaikan itu saja. Mungkin untuk keterangan lebih detail, bisa ditanya di kolom komentar bagi yang penasaran karena waktu Miichan ngeblog malam ini juga terbatas. Gomennasai ne!

Jyaa mata nee~

Source :
> Ilmu Pengetahuan Sosial Semester 1 Kelas 8 Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 2014.

Komentar

  1. Miichan keren,aku juga baru belajar itu..........kamu kelas brp? kalau aku kelas 8

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren bagaimana? Miichan juga baru naik ke kelas 8 ^^ Kinanti juga menggunakan kurikulum 2013 ya? :D

      Hapus
    2. Sama dong hehehee,, itu aku Lagu Ulangan Tengah Semester

      Hapus
    3. Semangat untuk UTSnya, Michael :) Maaf baru Miichan balas. Terima kasih untuk kunjungan dan komentarnya.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih kembali untuk kunjungan dan komentarnya, ya, Ananda ^^)/

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih kembali atas kunjungan dan komentarnya, ya ^^

      Hapus
  4. Domoarigatogazaimashita...Oyasuminasai.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Ini Zahrah Salsabila Daroh, ya? '-' Iyaa, maaf, ya. Soalnya aku sengaja biar nggak bisa dicopas '-'

      Hapus
  6. Balasan
    1. Terima kasih kembali atas kunjungan dan komentarnya :)

      Hapus
  7. memang paling enak tinggal di indonesia terutama di jawa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...