Langsung ke konten utama

kok

JKT48 Papan Penanda Isi Hati Lyrics

Well, ohayou gozaimasu, minna~!

Kesempatan kali ini, langsung saja, ya, ke poster dan liriknya :D Miichan akan ngoceh di bawah saja~ =3=


Lihat ke sini sebentar saja
Ayo sadarlah pada keb'radaanku
Lihat ke sini lima detik pun
Lihatlah diriku yang di dekatmu

Tetapi sebenarnya
Walau mata bertemu
Sebentar dan tidak sempat
Mengucapkan apapun

Papan penanda isi hati
Padahal jika kau melihat
Pasti akan mengerti perasaanku
Jika di sini aku tulis
Aku suka pada dirimu
Walau dada berdebar
Walaupun berkeringat
Bisa ungkapkan cinta

Give me a chance sekali saja
Berdoa sendirian sambil menunggu
Give me a chance kebetulan pun
Ayolah kau menengok ke arahku

Harus b'ranikan diri
Lalu mulai menyapa
Meski mudah diucapkan
Sulit 'tuk dilakukan

Papan penanda isi hati
Masukkan tangan dari mulut
Ganjalan hatiku ayo ambillah
Aku suka pada dirimu
Jikalau itu kusampaikan
Walau tidak dijawab
Walau tampak kesulitan
Bisa jadi happy

Semua orang menyimpan kata-kata yang penting
Jauh di suatu tempat di dalam lubuk hati

Papan penanda isi hati
Padahal jika kau melihat
Pasti akan mengerti perasaanku
Jika di sini aku tulis
Aku suka pada dirimu
Walau dada berdebar
Walaupun berkeringat
Bisa ungkapkan cinta

Papan penanda isi hati
Hei cobalah kamu keluarkan
Apa yang kaupikirkan terus teranglah
Jika tak bisa diucapkan
Cukuplah ditulis saja
Yang ingin disampaikan
Yang ingin diucapkan
Sadarilah tandaku


Begitulah liriknya, minna!

Oke, kalau boleh jujur, sebenarnya Miichan kaget juga mendengar JKT48 sudah meliris single Papan Penanda Isi Hati yang asalnya adalah Kokoro no Placard. Padahal SNH48 saja belum meliris single UZA ya? Ya, tampaknya SNH48 sedikit lama karena UZA bukan lagu yang mudah dan terdapat lagu How Come juga di dalamnya yang dancenya juga tak kalah ribet menurut Miichan.

Dan yang lebih Miichan kaget, JKT48 juga mengeluarkan lagu Alasanku Maybe di single ini. Well, meskipun lagu Iiwake Maybe ini dikeluarkan paling terakhir sejauh ini karena SNH48 sudah lama merilis lagu ini.

Ya, dan single ini memiliki center baru tapi sudah tidak asing lagi di JKT48. Tapi maaf Miichan lupa namanya soalnya Miichan bukan penggemar JKT48 layaknya Miichan menggemari AKB48 '-'

Jyaa~!
Miichan.

P.S. Wanna to see the original version of Papan Penanda Isi Hati? Here you go -> AKB48 Kokoro no Placard

Source here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...