- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ada kebiasaan kecil yang sering saya lakukan tanpa sadar: membandingkan kata dalam bahasa Indonesia dengan terjemahannya di bahasa lain, lalu bertanya-tanya mengapa polanya berbeda sekali. Salah satu yang menarik belakangan ini "belajar" dan "mengajar". Jika berfokus pada pelaku kegiatannya, yaitu pelajar dan pengajar , saya jadi teringat pasangan kata "murid" dan "guru" yang kerap saya jadikan contoh untuk materi antonim relasional —salah satu materi yang saya sampaikan selama mengajar UTBK di awal tahun ini. Dua imbuhan kemudian membawa si kata "ajar" itu ke dua arah yang berlawanan. Yang satu menjadi kegiatan menerima pengetahuan, sedang yang satu lagi memberikannya. Lagi-lagi saya teringat materi lain yang saya bawakan: makna gramatikal, makna yang muncul karena proses gramatika, salah satunya afiksasi atau pemberian imbuhan. Rasanya lazim-lazim saja, memang bahasa Indonesia seperti itu, sampai ketika saya terpikir untuk menerjem...