Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

AKB48 Plakat Hatiku (Indonesian ver. by Miichan)

Ohayou~

Hari ini entah kenapa Miichan lagi semangat-semangatnya nulis seputar AKB48 Kokoro no Placard. Ya, sebelumnya Miichan pernah bilang kalau ingin menyanyikan lagu ini pada praktik SBK, di mana sebenarnya harus lagu nusantara. Tapi, ya, Miichan bandel jadinya menerjemahkan lagu ini untuk dinyanyikan di depan kelas. Meskipun akhirnya Miichan malah menyanyikan AKB48 Sakura no Ki ni Narou yang Miichan terjemahkan (lagi) --"

Ya, tak ada salahnya kan Miichan ngepost terjemahan Kokoro no Placard versi Miichan? Ini Miichan buat sebelum Miichan tahu ada versi JKT48. Dan ada beberapa yang Miichan ubah sehingga tidak sesuai terjemahan murninya, tapi menurut Miichan tetap bermakna sama. Ini hanya versi Miichan, jadi Miichan rasa mohon tidak diflame ya? :)

Plakat Hatiku
Walau sebentar dengan begini
Kumohon perhatikan kehadiranku
Walau sesaat dengan begini
Lihatlah aku yang di sebelahmu

Tetapi sebenarnya
Saat saling menatap
Aku pun menjadi panik
Dan tak dapat berkata

Andaikan kau dapat melihat
Plakat yang ada di hatiku
Kau pasti paham tentang perasaanku
Andai kata "ku menyukaimu"
Bisa kutulis di atasnya
Meskipun hati ini terus berdebar-debar
'Kan tetap kuungkapkan

Meskipun hanya satu peluang
Sendiri 'ku berharap dan terus menunggu
Meskipun hanya hal kebetulan
Tak apa asal kau ada di sini

"Hanya menghampirinya
Dan ungkapkan semuanya"
Itu yang mereka bilang
Tapi aku tak bisa

Andai 'ku dapat jujur tentang
Plakat yang ada di hatiku
Tanganku malah menutupi mulutku
Andai kata "ku menyukaimu":
Takkan mendapat jawaban pun
'Ku 'kan terus berada
Dan berdiri di sini
Mengukir senyum tulus

Setiap orang pasti menyimpan kata berharga
Di suatu tempat dalam hati kecil mereka

Andaikan kau dapat melihat
Plakat yang ada di hatiku
Kau pasti paham tentang perasaanku
Andai kata "ku menyukaimu"
Bisa kutulis di atasnya
Meskipun hati ini terus berdebar-debar
'Kan tetap kuungkapkan

Kenapa tak kau keluarkan
Plakat yang ada di hatimu
Cobalah untuk jujur pada p'rasaanmu
Jika kata "ku menyukaimu"
Tak bisa juga kauucapkan
Cobalah kau tuliskan
Tolong perhatikanlah

Plakat dalam hatiku


Kesimpulannya, Miichan memang suka menerjemahkan lagu AKB48 untuk bisa Miichan nyanyikan sendiri '-')/

Jyaa mata nee~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...