Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

AFAID 2014 (Anime Festival Asia Indonesia 2014)

Minna! Ada kabar gembira untuk kita semua, terlebih lagi kepada para otaku!

Yap, tadi teman Miichan datang ke rumah Miichan. Dia memberikan informasi sekaligus selebaran tentang AFAID 2014 di Jakarta ini. AFAID 2014 ini merupakan AFAID yang ke-3 kalinya, setelah tahun lalu diadakan secara sukses dengan lebih dari 53.000 pengunjung. Festival ini diadakan untuk menghadirkan sepotong budaya pop Jepang dari Tokyo ke Jakarta dikarenakan kian banyak penggemar Negeri Sakura di Indonesia ini.

AFAID 2014 diadakan pada 15, 16, dan 17 Agustus 2014 di Plenary Hall dan Assembly Hall Balai Sidang Jakarta Convention Center. Festival ini merupakan bagian dari kegiatan Anime Festival Asia – festival terbesar di Asia Tenggara yang menampilkan Budaya Pop Jepang dan  konten anime terkini, serta para bintangnya; yang akan digelar juga di Singapura pada bulan Desember 2014 mendatang. Wah, Miichan rasa, festival ini adalah surga bagi para otaku! Percayalah!

Di AFAID 2014 ini, banyak sekali kegiatannya. Di antara lain penampilan para penyanyi anisong (lagu-lagu dari anime), penampilan cosplayer star dari berbagai negara, penampilan artis yang dibawa langsung dari Jepang, berburu merchandise yang unik dan official serta yang terbaik, pemutaran anime terbaru, serta disediakan pula maid cafe di sana! Wah, menarik sekali, bukan?

Penyanyi anisong yang tampil antara lain :

  • EGOIST
  • Eir Aoi
  • GARNiDELiA
  • Hachioji P
  • DJ Kazu
  • Luna Haruna
  • T.M. Revolution
Dan cosplayer yang hadir antara lain :
  • Angie (Amerika Serikat)
  • YingTze (Amerika Serikat)
  • Aza Miyuko (Korea Selatan)
  • Kisaki Urumi (Jepang)
  • Pinky Lu Xun (Indonesia)
  • Richfield (Indonesia)
  • Hana & Baozi (China)
  • Yuegene
  • King & Mon
Untuk Yuegene dan King & Mon, Miichan rasa berasal dari Vietnam atau Thailand. Tetapi tidak Miichan tulis karena Miichan tidak merasa pasti.

Untuk selengkapnya, kalian bisa lihat di sini dan bisa melihat official sitenya di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Jyaa mata nee~ <3

Komentar

  1. Miichan mau datang, ya? Acaranya di Jakarta, kan? Aaaa... Pasti nggak boleh.. >w<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan cuma membagikan informasinya saja, Annisa '-' Soalnya harga tiketnya mahal, terus acaranya di Jakarta, nggak ada yang nganter T^T Dan mungkin juga nggak dibolehin --" Senasib, Annisa..

      Oh ya, terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar, ya ^^

      Hapus
    2. Hehe.. Iya, ya.. Tiketnya juga pasti mahal .-. Paling nanti diberitain lagi di tv.. Kayak AFA yang sebelumnya :3

      Hapus
    3. Miichan baca, sih, harga tiket termurahnya itu Rp75.000. Sedangkan yang termahal mencapai Rp2.000.000. Bagi Miichan, sih... lebih suka digunakan buat beli komik '-' /eh

      Memangnya AFA sebelumnya diberitakan di TV ya? '0' Sugoi~

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...