Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Nano feat. My First Story - Savior of Song Lyrics with Kanji-Kana, Romanized, English and Indonesian Translation

Konban wa~

Akhir-akhir ini Miichan banyak PR dan sekarang adalah waktu senggang yang akhirnya Miichan dapatkan lagi TvT Awalnya Miichan bingung mau post apa, tapi teringat lagu yang satu ini, Miichan pun memutuskan untuk ngepost lagu ini di Blog Miyoko Chan.

Oke. Jadi sebenanya Miichan mengenal lagu ini dari Osu!droid. Dan Miichan pun mendownload lagu ini tanpa sengaja. Tapi akhirnya Miichan sangat suka lagu ini karena suara penyanyinya.. bagaimana menjelaskannya, ya.. pokoknya Miichan senang, deh, mendengar suara penyanyinya!

Langsung saja, ya! ^^)/

KANJI-KANA
I look across a raging war
And feel the steady beating of my heart
嵐の前の静けさに
刃を振り下ろして組んだ

繰り返しa memory fading今も
時代を超えてI tell my story響く

宣戦布告の歌残酷に染まるこの誓いを
We’ll fight until the bitter end

途切れた息の根を
穢れた世界をつなぎとめて
僕らの歯車をit's time to stop and rewind (stop and rewind)
失った希望を
壊れた時間のピースを集めて
採りもd層ためにyou need to fall and unwind (fall and unwind)

走り出す鼓動さえも
限りない慈しみを
導き出すarpeggio
Savior of song
A savior of song

ROMANIZED
I look across a raging war
And feel the steady beating of my heart
Arashi no mae no shizukesa ni
Yaiba o furi oroshitekunda

Kurikaeshi a memory fading ima mo
Jidai o koete I tell my story hibiku

Sensenfukoku no uta zankoku ni somaru kono chikai o
We’ll fight until the bitter end

Togireta iki no ne o
Kegareta sekai o tsunagi tomete
Bokura no haguruma o it's time to stop and rewind (stop and rewind)
Ushinatta kibou o
Kowareta jikan no PIISU o atsumete
Torimodosu tame ni you need to fall and unwind (fall and unwind)

Hashiri dasu kodou sae mo
Kagirinai itsukushimi o
Michibikidasu arpeggio
Savior of song
A savior of song

ENGLISH TRANSLATION
I look across a raging war
And feel the steady beating of my heart
In the calm before the storm
I'll swing down my blade

A memory keeps fading, even now
I tell my story resonating and crossing time

A song of declaration of war gets stained with cruelty. We swear this:
We’ll fight until the bitter end

Interrupted life that
Keeps this world corrupted
It's time to stop and rewind our gears (stop and rewind)
Regather the hope that was lost
And the broken pieces of time
To regain it you need to fall and unwind (fall and unwind)

Even our hearts start beating fast
The arpeggio lead us
To a boundless compassion
Savior of song
A savior of song

INDONESIAN TRANSLATION
Aku melihat ke seberang perang yang berkecamuk
Dan merasakan detakan stabil hatiku
Dalam ketenangan sebelum badai
Aku mengayunkan pedangku ke bawah

Memori yang terus memudar bahkan sampai sekarang
Aku menceritakan kisahku tentang resonansi dan perlintasan waktu

Aku bersumpah dalam nyanyian deklarasi perang yang kejam
"Kami akan berjuang sampai akhir yang pahit"

Kehidupan yang terputus
Mengikat pada dunia yang tercemar
Sudah waktunya untuk berhenti dan mundur bagi peralatan perang kita (berhenti dan mundur)
Kumpulkan pecahan-pecahan waktu yang rusak
Dengan harapan yang telah hilang
Kau harus terjatuh dan beristirahat untuk mendapatkannya kembali (terjatuh dan beristirahat)

Bahkan detak jantung pun semakin cepat
Arpeggio membawa kita
Menuju kasih sayang tanpa batas
Sebagai penyelamat nyanyian
Sebuah penyelamat nyanyian


Miichan hanya post versi pendeknya karena di Osu!droid pun hanya dimainkan versi pendeknya '-' Ya sudahlah, semoga bermanfaat dan kalian suka, ya! Jyaa mata nee~

Romanized and English Translation here
Kanji-kana and Indonesian Translation by Miichan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...