Langsung ke konten utama

kok

7 Cara Menambah Kosakata Bahasa Asing

Hello, all! Minna, konnichi wa! Hallo, iedereen! Saluton, ĉiuj! Ciao a tutti! Halō, ellarū! Modu annyeonghaseyo! Salve, omnes! Dàjiā hǎo! Kumusta, lahat! Olá, todos! Privet, vsem! Geia se ólous!

Miichan tengah mencari tugas yang diberikan Miss Ri, guru Bahasa Inggris Miichan. Dan tiba-tiba Miichan menemukan artikel yang menarik dan bermanfaat, jadi Miichan rasa ada baiknya dishare ke sini ^^

Adakah di antara kalian yang tertarik mempelajari bahasa asing? Kalau Miichan saat ini tengah berusaha belajar Bahasa Inggris dan Jepang ^0^)/ Salah satu upaya dalam mempelajarinya adalah menambah kosakata dalam bahasa tersebut.

Berikut adalah 7 cara untuk menambah kosakata kita! Check this out~


  1. Cintai kata. Kau harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari kosakata baru jika ingin berhasil memperkaya kosakatamu.
  2. Baca. Bacalah semua jenis buku yang berbahasa yang ingin kau pelajari. Jika menemukan kata yang tidak dimengerti, baca kalimat sekitarnya dan coba pahami maksud dari bacaan tersebut. Kemudian tebak dan setelah itu, periksalah tebakanmu di kamus atau lebih canggihnya di Google Translate xP
  3. Bermain game kosakata dengan temanmu. Cobalah permainan boggle, scrabble, ataupun catch-phrase. Tidak hanya itu saja, sebenarnya masih banyak permainan kosakata yang bagus yang akan mengajarkan kosakata baru pada kita. Terlebih lagi dengan teknologi canggih saat ini. 
  4. Gunakan kosakata baru tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Jika telah sering digunakan, pasti lama kelamaan akan terbiasa dan hafal. Tapi ingat, hanya gunakan di waktu yang tepat. Jangan malah menggunakan Bahasa Jepang jika kalian tengah dalam pelajaran Bahasa Inggris (contohnya).
  5. Carilah teman yang dapat berbicara dengan bahasa tersebut. Atau seminimalnya yang juga tengah belajar bahasa yang sama. Jika sudah berhasil menemukan sosoknya (?), ajaklah dia untuk mengobrol dengan bahasa tersebut.
  6. Carilah lagu dengan bahasa tersebut dan dengarkan dengan seksama. Jika sudah, cobalah menerjemahkannya. Kemudian pelajarilah (lirik lagu asli dan terjemahannya)
  7. Jangan mudah menyerah. Karena belajar bahasa asing itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Percayalah bahwa suatu hari nanti, ilmu bahasa tersebut dapat bermanfaat bagi kalian. Dengan begitu, kalian akan semakin terpacu dan semangat dalam mempelajarinya.
Mungkin itu yang bisa Miichan bagikan pada kalian. Semoga bermanfaat, ya!
Yosh, mari kita berjuang dan belajar bersama-sama~!

Jyaa.

Source here.

Komentar

  1. Thank infonya ya, Nis! Aku setuju deh sama posting-an diatas. Top bgt...
    Nih, Clara...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Clara~ Terima kasih kembali, ya, karena sudah berkunjung! ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...