Langsung ke konten utama

kok

Cara Membuat Link Menjadi Warna-Warni Saat Tersentuh Cursor

Horaa~ Minna, ohayou gozaimasu!

Kesempatan kali ini, Miichan membuat tutorial blog lagi. Ya, karena saat Miichan mengganti template blog ini, entah kenapa beberapa kode yang Miichan tambahkan di template lama menjadi terhapus. Misalnya, kode untuk membuat blog anti copypaste, membuat gambar membesar, membuat link menjadi warna-warni, serta cursor yang kembali seperti biasa. Sambil Miichan mengembalikannya seperti semula, Miichan rasa tak ada salahnya juga membuat tutorial ini agar kalian yang belum dan tertarik dapat membuatnya! ^^

Sebelumnya, apakah maksud dari "Cara Membuat Link Menjadi Warna-Warni Saat Tersentuh Cursor"? Oke, coba arahkan cursor kalian ke link berikut ini.


Menjadi warna-warni 'kan?

Semudah membuat link di atas berwarna-warni, cara membuatnya cukup mudah, kok! Ikuti saja langkah-langkah berikut! :D


Cara Membuat Link Menjadi Warna-Warni Saat Tersentuh Cursor
  • Masuklah ke Blogger >> Template >> Edit HTML
  • Untuk jaga-jaga, copylah dulu semua HTML menggunakan Ctrl+A dan paste ke notepad agar jikalau gagal, kalian bisa mengembalikannya seperti semula
  • Cari kode </body> 
Tips : Gunakanlah Ctrl+F untuk mempermudah pencarian
  • Masukkan kode script yang ada di sini di atas kode </body> tersebut
  •  Klik Simpan template
Bagaimana? Berfungsikah?
Semoga bermanfaat, ya! :D

Jyaa mata nee~

Source here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...