Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Kenapa Situs JKT48 Tidak Seperti Situs SNH48?

Haii~!

Miichan tengah berjalan-jalan ke situs Stage48 karena sedang bosan. Dan tiba-tiba Miichan menemukan thread yang menarik yang berjudul "Why JKT48 Website Not Like SNH48 Website ?" Bagi Miichan ini cukup menarik jika disebarkan. Dan Miichan pun telah menerjemahkannya agar kalian tidak perlu repot-repot membaca Bahasa Inggris. Kecuali jika kalian lebih tertarik membaca aslinya, kalian bisa langsung menuju ke thread tersebut.

Dan sebelumnya, Miichan ingin memberi tahu bahwa ada beberapa kalimat yang Miichan ubah dari terjemahan aslinya agar kalian lebih mudah mengerti. Oke, selamat membaca! ^^

Lihatlah ke:
http://jkt48.com

http://snh48.com


1) Di situs SNH48, terhadap forum official bagi para penggemar : http://club.snh48.com/forum.php

Sedangkan di situs JKT48, tidak ada forum official seperti itu.

2) Di situs SNH48, terdapat daftar anggota yang telah lulus : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak ada.

3) Di situs SNH48, terdapat foto anggota bersama penggemar : http://snh48.com/photowall/index.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak ada.

4) Di situs SNH48, anggota generasi 3 telah mengenakan seifuku (seragam) : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48, anggota generasi 3 mereka hanya menggunakan kaus biasa.

5) Hasil Senbatsu Sousenkyou SNH48 dimasukkan dalam sebuah kolom di sebelah kiri situs : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak seperti itu.

Bagaimana menurut kalian?

Dan.. kira-kira begitulah artinya ' - ')a Miichan menerjemahkan dan membagikan ini bukan karena ingin membanding-bandingkan antara JKT48 dan SNH48, ya. Tapi Miichan hanya ingin mendengar pendapat kalian saja ^^

Jadi, menurut kalian bagaimana?
Boleh berbagi pendapat di kolom komentar. Tapi Miichan harap jangan sampai ada pertengkaran, ya ^^

Jyaa mata nee~

Komentar

  1. Kalau menurut Pika, sih:

    1) Memang sebaiknya ada forum official, dan Pika suka dengan situs SNH48 yang menyediakan forum official bagi penggemar.

    2) Mungkin bagi JKT48, tidak begitu perlu menulis daftar member yang telah lulus karena mereka 'kan sudah bukan JKT48 lagi? Mungkin berbeda pemikiran dengan SNH48, ya..

    3) Seharusnya, sih, JKT48 juga menunjukkan fotonya bersama penggemar. Karena mereka 'kan juga menjadi bintang papan atas karena penggemar..

    4) Mmm.. Mungkin ini ada hubungannya dengan biaya? Miichan tahu 'kan seifuku pasti mahal. Dan SNH48 memang terkenal di 48Family sebagai grup yang paling mewah. Baik dari MV, teater, sampai perlengkapan mic. Dan mungkin karena JKT48 tidak seperti SNH48, JKT48 hanya memberikan kaus biasa saja. "Toh mereka masih kenkyuusei?" mungkin begitu pemikiran JKT48.

    5) Mungkin informasi Senbatsu Sousenkyou SNH48 masing menjadi trending topic di Cina. Sedangkan di Indonesia kan sudah mulai pudar karena banyak topik yang baru?

    Tapi semuanya hanya sebatas mungkin. Dan faktor utamanya menurut Pika adalah pembuat situs yang berbeda. Mungkin saja pembuat situs di Cina berusaha sekomplit mungkin, sedangkan pembuat situs di Indonesia berpemikiran lain dengan maksud yang baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uwaah, lengkap.. Pika memang hebat, ya ^^)b Dan Miichan juga hampir setuju semua. Miichan juga merasa ini hanya karena faktor pembuat situs yang berbeda. Dan, menurut Miichan, sekalipun sama-sama 48Family, tidak harus selalu persis kan? :D

      Hapus
  2. Mungkin karena biaya ya? SNH48 itu grup idol 48 yang terkaya/termewah. Semua bisa dilakuin, bahkan lebih dari senior di 48Fam

    Btw, blognya bagus. Isinya sesuai sama aku (48Fam, SNSD, Detective) dan nggak ngebosenin. Dan isi blog selain di atas juga bagus dan bikin penasaran.

    Salam kenal, namaku Dhina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, apalagi sponsor SNH48 termasuk banyak di awal-awal debutnya (setahu Miichan).. Kalau ada MV kan sponsornya bejibun :D

      Wah, terima kasih banyak (^^) Salam kenal juga, Dhina (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...