Langsung ke konten utama

kok

Kenapa Situs JKT48 Tidak Seperti Situs SNH48?

Haii~!

Miichan tengah berjalan-jalan ke situs Stage48 karena sedang bosan. Dan tiba-tiba Miichan menemukan thread yang menarik yang berjudul "Why JKT48 Website Not Like SNH48 Website ?" Bagi Miichan ini cukup menarik jika disebarkan. Dan Miichan pun telah menerjemahkannya agar kalian tidak perlu repot-repot membaca Bahasa Inggris. Kecuali jika kalian lebih tertarik membaca aslinya, kalian bisa langsung menuju ke thread tersebut.

Dan sebelumnya, Miichan ingin memberi tahu bahwa ada beberapa kalimat yang Miichan ubah dari terjemahan aslinya agar kalian lebih mudah mengerti. Oke, selamat membaca! ^^

Lihatlah ke:
http://jkt48.com

http://snh48.com


1) Di situs SNH48, terhadap forum official bagi para penggemar : http://club.snh48.com/forum.php

Sedangkan di situs JKT48, tidak ada forum official seperti itu.

2) Di situs SNH48, terdapat daftar anggota yang telah lulus : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak ada.

3) Di situs SNH48, terdapat foto anggota bersama penggemar : http://snh48.com/photowall/index.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak ada.

4) Di situs SNH48, anggota generasi 3 telah mengenakan seifuku (seragam) : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48, anggota generasi 3 mereka hanya menggunakan kaus biasa.

5) Hasil Senbatsu Sousenkyou SNH48 dimasukkan dalam sebuah kolom di sebelah kiri situs : http://snh48.com/member_list.html

Sedangkan di situs JKT48 tidak seperti itu.

Bagaimana menurut kalian?

Dan.. kira-kira begitulah artinya ' - ')a Miichan menerjemahkan dan membagikan ini bukan karena ingin membanding-bandingkan antara JKT48 dan SNH48, ya. Tapi Miichan hanya ingin mendengar pendapat kalian saja ^^

Jadi, menurut kalian bagaimana?
Boleh berbagi pendapat di kolom komentar. Tapi Miichan harap jangan sampai ada pertengkaran, ya ^^

Jyaa mata nee~

Komentar

  1. Kalau menurut Pika, sih:

    1) Memang sebaiknya ada forum official, dan Pika suka dengan situs SNH48 yang menyediakan forum official bagi penggemar.

    2) Mungkin bagi JKT48, tidak begitu perlu menulis daftar member yang telah lulus karena mereka 'kan sudah bukan JKT48 lagi? Mungkin berbeda pemikiran dengan SNH48, ya..

    3) Seharusnya, sih, JKT48 juga menunjukkan fotonya bersama penggemar. Karena mereka 'kan juga menjadi bintang papan atas karena penggemar..

    4) Mmm.. Mungkin ini ada hubungannya dengan biaya? Miichan tahu 'kan seifuku pasti mahal. Dan SNH48 memang terkenal di 48Family sebagai grup yang paling mewah. Baik dari MV, teater, sampai perlengkapan mic. Dan mungkin karena JKT48 tidak seperti SNH48, JKT48 hanya memberikan kaus biasa saja. "Toh mereka masih kenkyuusei?" mungkin begitu pemikiran JKT48.

    5) Mungkin informasi Senbatsu Sousenkyou SNH48 masing menjadi trending topic di Cina. Sedangkan di Indonesia kan sudah mulai pudar karena banyak topik yang baru?

    Tapi semuanya hanya sebatas mungkin. Dan faktor utamanya menurut Pika adalah pembuat situs yang berbeda. Mungkin saja pembuat situs di Cina berusaha sekomplit mungkin, sedangkan pembuat situs di Indonesia berpemikiran lain dengan maksud yang baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uwaah, lengkap.. Pika memang hebat, ya ^^)b Dan Miichan juga hampir setuju semua. Miichan juga merasa ini hanya karena faktor pembuat situs yang berbeda. Dan, menurut Miichan, sekalipun sama-sama 48Family, tidak harus selalu persis kan? :D

      Hapus
  2. Mungkin karena biaya ya? SNH48 itu grup idol 48 yang terkaya/termewah. Semua bisa dilakuin, bahkan lebih dari senior di 48Fam

    Btw, blognya bagus. Isinya sesuai sama aku (48Fam, SNSD, Detective) dan nggak ngebosenin. Dan isi blog selain di atas juga bagus dan bikin penasaran.

    Salam kenal, namaku Dhina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, apalagi sponsor SNH48 termasuk banyak di awal-awal debutnya (setahu Miichan).. Kalau ada MV kan sponsornya bejibun :D

      Wah, terima kasih banyak (^^) Salam kenal juga, Dhina (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...