Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Koleksi Hello Kitty yang AMAZING !!

Siapa sih yang nggak punya idola atau kesukaan? Hayo ngaku, kesukaannya apa? Kalau Miichan sukanya anime, manga, AKB48, Jepang, terus..

-Lupakan

Ini malah jadi OOT >.< Gomennasai~

Wanita yang satu ini, fanatik banget sama yang namanya HELLO KITTY. Ada yang nggak kenal?? Ini di, si moe Hello Kitty :3



Wanita ini bernama Natasha Goldsworth dengan usia 29 tahun. Ia adalah seorang pelatih kuda. Ia dikenal sebagai kolektor Hello Kitty yang paling 'gila' di dunia. Selama 15 tahun terakhir ini, ia berhasil mengumpulkan 10.000 barang bertemakan karakter moe shiroi neko - kucing putih imut ini.

Ia mengaku baru mulai mengoleksi barang berkarakter Hello Kitty sejak berusia 15 tahun, setelah dihadiahi notebook Hello Kitty. Sejak saat itu, ia semakin menggila dan terus menggila. Bahkan, semua koleksinya bernilai 50.000 poundsterling (tulisannya bener nggak -.-) atau setara dengan 994.000.000 rupiah. Wuiiih, 994 juta itu bukan uang yang sedikit, 'kan !!?? 'o')/

Natasha meletakkan semua koleksinya di flat kecilnya. Dimulai dari perhiasan dan aksesorisnya, furnitur ruangan, pakaian, tirai jendela, sampai berbagai jenis mainan. Pokoknya setiap sudut flatnya itu dihiasi oleh Hello Kitty!

Kesukaan Natasha terhadap karakter fiksi rancangan Yuko Shimizu ini juga ternyata mempengaruhi alur asmaranya '-' Banyak yang mendekatinya jadi merasa tidak nyaman karena kegemarannya ini. Karena itu, Natasha hanya mau bersama seseorang yang berkesukaan Hello Kitty juga (LOL-.-)

Menurut kalian, bagaimana? >o<

Inilah dia Natasha bersama Hello Kitty kesayangannya~!




Source : here

Komentar

  1. Aku juga suka Hello Kitty. tp koleksiku gak banyak banget,,, gak ampe ratusan juta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti iCHA Chan bukan seorang fanatik seperti wanita di atas. Dan menurut Miichan itu lebih baik :D
      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar, ya, iCHA :)

      Hapus
  2. Pernah punya customer membeli apa saja produk berbau hello kitty, setiap ada yang baru langsung dibeli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Customernya mungkin membuka toko Hello Kitty :3
      Terima kasih sudah berbagi cerita, Shouhins ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...