Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Short Humor #3

Ohayou minasan!!

Setelah 2 hari nggak post karena nggak ada inspirasi serta nggak ada waktu (lagi sibuk download anime -.-), akhirnya Miichan pun kembali! Kali ini Miichan ingin melanjutkan rubrik Short Humor dan untunglah sudah sampai part 3. Oke, langsung saja ya! Semoga menghibur!

Hasil penelitian terbaru di bidang kedokteran :
"100% penyebab kematian seseorang adalah jantung, yaitu JANTUNGNYA BERHENTI BERDENYUT"
***
Excuse me, ada Koucing Anggoura? | Wah, mbak, kita gak jual kucing -.- | Heei, kenapa di depan ditulis Toko CAT? | ...
***
Kalo naik bus, gua gak tega liat cewek berdiri | (kagum) Terus, lo ngelakuin apaan? | Ya gue langsung pura-pura tidur aja :d | -_-
***
(malam-malam) Kok main HP duduk di atas kuburan, Mbak? | Iya Mas, di dalem sinyalnya lemah :( | ??!!
***
If u need advice, msg me. 
If u need friend, call me.
But if u need money, the number u dialed is not in servise.
Pls don't try again.
***
Katanya lo putus ya gara-gara beda agama? | Beda keyakinan aja. Gue yakin gue ganteng, tapi dia ga yakin -_- | ...
***
Dapatkan 10 ribu/hari dari Coca Cola, caranya :
"Kumpulkan 10 tutup botol Coca Cola, paku pada kayu, goyangkan, dan menyanyilah di lampu merah"
***
Siapakah guru yang paling baik? | Pengalaman, Bu! | Betul, kenapa begitu? | Karena pengalaman nggak pernah ngasih PR ^^ | ...
***
NEWS
"Satu keluarga tewas tersambar petir pagi ini. Sampai sekarang, polisi sedang sibuk mengejar petir tersebut"
***
Ron, lu kenapa masukin Panadol ke kopi? | Biar cepat dingin. Panadol kan obat penurun panas..
***
Jika hidupmu dalam gelap, berdoalah suapaya hidupmu tenang dan terang.
Tapi jika sudah berdoa, suasana masih gelap,
berarti Anda belum BAYAR LISTRIK.
***
Jeruknya manis, Bang? | Dijamin manis! Kalau asem, nggak usah bayar deh! | Oh, kalau gitu tolong bungkus sekilo yang asem, yah | ...
***
Anton, apa nama ibukota Thailand? | Bangkok, Pak! | Good! Ibukota Peru, Andi? | Lima, Pak! | Sebutkan satu-satu! :P | ??
***
When I see baby, I remember "TEDDY BEAR"
When I see a little girl, I remember "BARBY DOLL"
But when I see U, I remember "PANADOL"
***
Rina, kok nggak mau sekolah? | Habis, gurunya nggak pinter. Kemarin lusa nanya "2 + 2", eh kemarin nanya lagi.. | ...
***
Kek, kenapa ya kalau aku udah minum kopi, aku nggak bisa tidur? | Kakek beda lagi, Cu. Kalau kakek udah tidur, kakek nggak bisa minum kopi.. 
***
Anda ingin memotong pizza menjadi 6 atau 8 potong? | 6 saja | Baik | Soalnya saya tidak bisa menghabiskan 8 potong | ...
***
Seorang anak kecil berdoa, "Tuhan, jika Kau tak bisa menguruskan tubuhku, buatlah tubuh teman-temanku menjadi gemuk saja"
***
Seorang anak tertangkap saat mencuri mangga.
Hei, turun kau! Ku laporkan bapakmu nanti! | (mendongak ke atas) Turun, Pak. Sudah ketahuan..
***
Nek, aku belikan nenek kalender baru ^^ | Duh, Cu, nggak usah repot-repot. Kalender kemarin masih bagus kok ^^ | ...
***
Kabar dari Madura.
Pisau terhunus, daging tersayat, darah bercucuran, asap mengepul, api membara, dengan santainya orang berteriak "Sate! Sate!"
***
(Di suatu penjara) Kenapa kamu ditahan? | Karena belanja untuk tahun baru | Itu 'kan bukan pelanggaran! | Saya belanja sebelum tokonya buka..
***
Tuhan, tolong jadikan Solo ibukota Jawa Tengah! | Kok, gitu, Nak? | Soalnya pas ulang, ibukota Jawa Tengah, Koko jawab Solo ToT | ...
***
"Ledakan reaktor nuklir di Jepang mengakibatkan radiasi di laut yang menimbulkan efek buruk pada makhluk laut. Karenanya, stop konsumsi ikan laut karena bahaya!"
-Himbauan pedagang ayam
***
Cinta adalah rasa untuk dapat memiliki. Cinta bisa dimakan api cemburu, benci, dan nafsu. Tapi apapun makanannya, minumannya tetap TEH BOTOL SOSRO!!

Sekian, semoga terhibur ya! ^^

Source : Laughter for Twitter by Xavier Quentin Pranata
"Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...