Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Short Humor #4 #Last

Minna, ohayou gozaimasu! ^^

Akhirnya Miichan kembali lagi membawa rubrik ini setelah sekitar setengah minggu (atau sampai seminggu) lebih fokus ke dunia nyata, sosial media, fanfiksi, cerita untuk lomba, segmen, tutorial, dan sebagainya. Belum lagi fokus latihan tari xD

Dan, yang akhirnya Miichan sadari bahwa stok "Short Humor" (?)nya sudah habis, jadi Miichan rasa ini part terakhir. Miichan mohon maaf dan mungkin kapan-kapan akan membawa rubrik baru setelah menjelajah di toko buku :d

Langsung saja :D

Dongeng sebelum tidur.
"Zaman dahulu sekali, belum ada kehidupan, belum ada air, belum ada awan, belum ada tumbuhan, jadi belum ada yang bisa diceritakan,"
***
Untuk menunjukkan perhatian, dokter RSJ menyapa pasien yang memancing di lubang toilet.
D : "Dapat ikan?"
P : "Dokter aneh, mancing di WC mana mungkin dapat ikan?"
***
Guru : "Ina, coba tunjuk Benua Amerika,"
Ina : "Ini, Bu,"
Guru : "Good. Nah, anak-anak, siapa penemu Benua Amerika?"
Semua : "Ina, Bu!!"
Guru : "..."
***
Kebiasaan penumpang pesawat setelah makan.
"Sendok garpu"
Orang Amerika >> Silang
Orang Eropa >> Sejajar
Orang Jepang >> Sejajar di luar piring
Orang Indonesia >> Hilang
***
Kok adek lo berdiri di depan cermin sambil memejamkan mata? | Oh, dia hanya mau ngeliat dirinya lagi tidur..
***

Ada rasa apa aja? | (dengan serak) Vanila, stroberi, cokelat | Maaf, Anda memiliki radang tenggorokan? | Tidak, hanya 3 itu | ...
***
Pelayan membawa steak dengan jari di atas daging.
Kenapa tangan Anda di atas steak saya? | Saya takut steak ini jatuh lagi | O.o
***
Bim, gue baru bikin perusahaan gue hemat jutaan rupiah! | Heh? Gimana? | Gue minta kenaikan gaji dan bos gue bilang "Tidak" | ...
***
Seorang kakak dan adik tengah berjalan di tepi pantai.
Dik, lihat, ada burung yang mati! | Mana kak? (seraya menoleh ke atas) | ...
***
Pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan bila tidak dikerjakan #MarioNgaco
***
Hidup jangan dibuat kompleks, cukup perumahan saja yang dibuat kompleks #MarioNgaco
***
Seorang pemandu wisata dan wisatawan masuk ke sebuah gua.
Apa di sini banyak kelelawar? | Tidak ada | Syukurlah. Tapi kenapa? | Karena banyak ular yang memakan mereka.. | O____O
***
Pelayan! | Ya | Tolong beri aku steak | Dengan senang hati | Tidak. Dengan es teh | ...
***
Janganlah kau MENUNTUT ILMU karena belum tentu ILMU yang bersalah
Dan janganlah kau MENIMBA ILMU karena di dalam sumur belum tentu ada ILMU
***
Janganlah kau MEMBALAS BUDI karena belum tentu BUDI yang melakukan
Dan janganlah kau MENGURUSI TEMAN karena belum tentu temanmu ingin KURUS
***
Janganlah kau MENYUMBANGKAN LAGU karena lagu SUMBANG tidak enak didengar
Dan janganlah kau MEMBERI TAHU orang yang bertanya, karena orang itu mungkin tidak suka makan TAHU
***
Jangan kau MEMBANGUNKAN RUMAH untuk keluargamu karena rumah tidak pernah TIDUR
Dan janganlah kau MENGARUNGI LAUTAN karena KARUNG lebih cocok untuk beras.
***
Seorang calon karyawan tengah diwawancara oleh sang bos.
Pendidikanmu? | SMA | Ingin ditempatkan dimana? | Direksi | (kaget) Kamu sudah gila!? | Apa jadi direktur harus gila dulu?
***
[Sutradara] Adegan berikut, terjun dari ketinggian 50 meter ke kolam itu. | [Aktor] Tapi, saya tidak bisa berenang. | Tenang, tidak ada airnya kok.
***
Apa yang Anda inginkan? | Anggur | Anggur merah atau putih? | Terserah saja, lagipula aku buta warna.
***
Saat kau ditimpa masalah, BERNYANYILAH. Dengan begitu kau tahu bahwa ada yang lebih buruk dari masalahmu.. SUARAMU.
***
Jangan pernah mengulang kesalahan yang sama.
Jika datang ke kantor terlambat, pulangnya tidak boleh terlambat.
***
Pertama kali datang ke kota ini, aku tidak punya kerjaan, uang, sepatu, bahkan pakaian. | Maksudmu!? | Ya, aku lahir di kota ini | ...
***
Karena tidak ada pengalaman, gaji yang Anda inginkan terlalu tinggi | Justru kerjaan itu lebih susah bagi orang yang tidak berpengalaman 'kan? | *tendangkeluar
***
Gue punya 3 adik cewek dan 2 adik cowok | Jadi lo yang paling tua? | Nggak, masih ada Ayah dan Ibu gue yang lebih tua.. | Maksud gue bukan gitu -_-
***
Yud, siramin bunga di halaman, ya! | Lagi hujan, kan, Ma? | Ya pakai payung dong biar nggak basah! | -_-


Bagaimana? Semoga suka dan bermanfaat ya! Mungkin di lain waktu, Miichan membuat rubrik humor lagi meskipun judulnya berbeda :D

Jyaa~
"Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang"

Source : Laughter for Twitter by Xavier Quentin Pranata

Komentar

  1. Lucu, lucu, Miichan! I like it. btw, kamu kls brp skrg?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga bermanfaat ya ^^
      Informasi tentang Miichan bisa dilihat di laman "Tentang Miichan" ya :)

      http://miyoko-san.blogspot.com/p/about-me.html

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...