Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Frozen Let It Go Lyrics - with Indonesian Translation

Horaa~!

Miichan meskipun suka anime, Miichan suka animasi luar Jepang lho~ Salah satunya "Frozen"! Miichan sewaktu menontonnya di bioskop, Miichan hampir nangis lho xD Selain itu, yang Miichan sukai dari Frozen salah satunya adalah lagunya, yaitu Let It Go!

Lagu ini dinyanyikan oleh Elsa di animasi Frozen, sementara yang menyanyikannya asli adalah Idina Menzel. Langsung saja ya ;)

LET IT GO
The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation
and it looks like I'm the queen

The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in, heaven knows I tried

Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always have to be
Conceal, don't feel, don't let them know
Well, now they know

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn away and slam the door
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway


It's funny how some distance makes everything seem small
And the fears that once controlled me can't get to me at all
It's time to see what I can do
To test the limits and break through
No right, no wrong, no rules for me
I'm free

Let it go, let it go
I am one with the wind and sky
Let it go, let it go
You'll never see me cry
Here I stand and here I'll stay
Let the storm rage on

My power flurries through the air into the ground
My soul is spiraling in frozen fractals all around
And one thought crystallizes like an icy blast
I'm never going back, the past is in the past

Let it go, let it go
And I'll rise like the break of dawn
Let it go, let it go
That perfect girl is gone
Here I stand in the light of day
Let the storm rage on

The cold never bothered me anyway

INDONESIAN TRANSLATION
Salju yang bersinar putih di gunung malam ini
Tidak ada jejak kaki yang dapat terlihat
Sebuah kerajaan isolasi
Dan tampaknya akulah ratunya

Deruan angin tampak seperti di dalam badai yang berputar
Aku tidak dapat menjaganya, Tuhan tahu aku telah mencoba

Jangan biarkan mereka masuk, jangan biarkan mereka melihat
Aku harus selalu menjadi gadis yang baik
Sembunyikan, jangan merasakan, dan jangan biarkan mereka tahu
Yah, sekarang mereka tahu

Biarkan, biarkan
Aku tidak dapat menahannya lagi
Biarkan, biarkan
Aku berpaling dan membanting pintu
Aku tidak peduli mereka akan berkata apa
Biarkan badai berkecamuk
Bagaimanapun, dingin tidak akan pernah menggangguku

Ini menggelikan, bagaimana cara jarak membuat semua tampak kecil
Dan rasa takut yang pernah mengendalikanku sekali tidak dapat mengendalikanku seutuhnya
Inilah waktunya untuk melihat apa yang aku bisa
Untuk menguji batas kemampuanku dan melampauinya
Tidak ada yang benar dan salah, tidak ada peraturan untukku
Aku bebas

Biarkan, biarkan
Aku menyatu dengan angin dan langit
Biarkan, biarkan
Kau tidak akan pernah melihatku menangis
Di sini aku berdiri dan di sini aku akan tinggal
Biarkan badai berkecamuk

Kekuatanku mengalir dari udara menuju tanah
Jiwaku berputar di dalam beku dan mematahkan semuanya
Dan satu pikiran menjadi kristal seperti ledakan es
Aku tidak akan kembali, masa lalu adalah masa lalu

Biarkan, biarkan
Aku akan bangkit seperti fajar
Biarkan, biarkan
Gadis sempurna itu telah pergi
Di sini aku berdiri di dalam cahaya hari
Biarkan badai berkecamuk
Bagaimanapun, dingin tidak akan pernah menggangguku


~Semoga bermanfaat ya ;)
Jangan lupa tinggalkan jejak dan berkunjung kembali, terima kasih ^^

Source here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...