Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Sinopsis Doraemon Movie 2010 (Nobita's The Great Battle of Mermaid King)



Jangan ngaku penyuka Doraemon sejati deh, kalau belum nonton ini! Doraemon The Movie yang dirilis pada tahun 2010 ini memang bukan ditulis oleh pengarang Doraemon asli, Fujiko F. Fujio-sensei, tetapi Miichan rasa tidak ada bedanya dengan yang biasa :) Genre Doraemon Movie ini adalah animasi, fantasi, dan komedi. Kira-kira durasinya selama 1,5 jam.

Animasi ini bermula ketika Nobita disuruh belanja. Tetapi akhirnya Nobita kabur dengan alasan ingin bermain dengan teman-temannya. Kemudian Mama menyuruh Papa untuk belanja, tetapi Papa memohon pada Doraemon untuk menggantikannya. Karena terpaksa, Doraemon pun meninggalkan janjinya dengan Mimi (kucing perempuan yang merupakan teman Doraemon) untuk belanja.



Di lapangan, Suneo memamerkan foto-foto selamnya di Palau kepada Shizuka dan Giant. Kemudian, Nobita datang untuk mengajak bermain bajak laut, tetapi akhirnya setelah diejek oleh Suneo dan Giant, Nobita pun ditinggal sendirian. Seperti biasanya, Nobita lalu merengek-rengek kepada Doraemon.

Kalau begitu ... "Kacamata simulasi selam!! Kamu ingin menyelam kan?" Akhirnya, Doraemon mengeluarkan alat agar Nobita dapat menyelam dan 'membalas' Suneo. Alat 'kacamata simulasi selam' dan 'pompa simulasi air' berfungsi untuk membuat kita dapat melihat dan berenang di air palsu.



Pada keesokan paginya, Nobita yang terbangun dari tidur karena lelah menyelam (di lingkungan rumahnya) semalam melihat sesosok gadis di halaman rumahnya. Padahal, awalnya Nobita seperti melihat ikan hiu karena melihat sirip ikan. Gadis itu berbicara dalam bahasa asing. Kemudian, Doraemon memberinya jeli penerjemah dan ia mengaku bernama Sophia.

Sophia diajak berkeliling lingkungan oleh Nobita dan Doraemon. Mereka pun bertemu Shizuka, Giant, dan Suneo di lapangan, lalu ikut berkeliling bersama. Setelah itu, mereka bermain menggunakan baling-baling bambu dan Sophia terlihat senang sekali.



Sebenarnya siapakah Sophia ini? Lalu kenapa Nobita bisa-bisanya melihatnya sebagai ikan hiu sebelum melihat sosok aslinya??

Langsung saja cari animasinya di internet atau tunggu saja di channel TV RC*I karena biasanya saat liburan, Doraemon suka ditayangkan. Atau, kalian bisa mencari versi komiknya di toko buku terdekat ^^



Berikut foto-foto yang berkaitan dengan Doraemon Movie 2010 (Nobita's The Great Battle of Mermaid King) ^^



 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...