Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Cara Menambahkan Password Pada Microsoft 2007

Horaa~

Setiap orang memiliki rahasia dan privasi masing-masing, kan? Bahkan terkadang, ada pula dokumen privasi yang hanya ingin kita atau orang-orang tertentu saja yang melihatnya. Cara yang termudah agar dokumen privasi itu tetap hanya bisa dibaca oleh orang-orang tertentu menurut Miichan adalah menambahkan password untuk membukanya.

Bagaimana caranya?

Gampang kok ^^ Karena sama sekali tidak diperlukan aplikasi atau software untuk didownload. Langsung saja ya~! Check this out!

  • Buatlah dokumen baru pada Microsoft atau save as dokumen lama
  • Simpan dokumen seperti biasa dengan mengklik office button di sebelah kiri atas, kemudian memilih pilihan save / save as
  • Setelah menentukan tempat dan nama file, klik 'tools' yang ada di sebelah tombol 'save'

  • Kemudian pilihlah pilihan 'General Options'
  • Kemudian masukkan password sesuai yang kita inginkan. 'Password to open' berarti password agar kita bisa membukanya, sedangkan 'password to modify' berarti password agar kita dapat mengeditnya kembali. Ke dua password bisa saja berbeda.
  • Setelah itu klik 'OK'
  • Lalu klik 'save' untuk menyimpan dokumen yang tadi
Cara ini bisa dilakukan oleh file Microsoft apapun (tampaknya), tidak hanya di Ms. Word. Karena saat Miichan mencoba di Ms. Excel dan Power Point juga berhasil, hanya saja tampilannya sedikit berbeda.

Untuk Microsoft 2003 pun, Miichan rasa juga bisa. Tetapi, tombol 'tools'nya ada di bagian atas seperti ini. Lalu pilihlah pilihan 'security options'. Selebihnya mungkin sama, tetapi hanya tampilannya yang berbeda.

Untuk Microsoft 2010 dan 2013 belum bisa Miichan jelaskan sekarang karena Miichan tidak menggunakan ke-2 versi itu. Jadi mohon maaf ya :)

Oh ya, untuk menghilangkan passwordnya, bisa dengan dua cara yaitu :
  • Buka menu password's setting tadi dan kosongkan form passwordnya.
  • Buka file kemudian save as tanpa diberi password di file yang baru, lalu hapus file lamanya.

Semoga bermanfaat ^^)/

Note : Jika passwordnya lupa, maka tampaknya kalian harus mencari software pembuka-nya di internet agar bisa membukanya. Akan tetapi, setahu Miichan itu berbayar dan bukan buatan Microsoft sendiri. Bahkan kadang tidak berhasil. Jadi, jalan satu-satunya adalah selalu mengingat passwordnya, ya :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...