Langsung ke konten utama

kok

Cara Mengubah File Ms. Word 2007 Menjadi File PDF

Ohayou~

Kalian tahu Ms. Word 2007? Miichan rasa, sebagian dari kalian menggunakan aplikasi Microsoft Word versi tersebut, meskipun ada pula yang menggunakan Ms. Word 2003, 2010, dan 2013

Selanjutnya, apakah kalian tahu file PDF? File PDF adalah file yang berbentuk seperti E-Book dan Miichan rasa sulit dicopy paste sama halnya Ms. Word jika diberi watermark di belakangnya. Dan Miichan rasa juga, file PDF jika sudah jadi, maka sulit untuk diedit lagi seperti Ms. Word. (ini hanya perkiraan Miichan menurut pengalaman Miichan, jadi mohon koreksinya bila ada salah :)) Jadi, ini adalah file yang paling tepat jika kita ingin mendistribusikan dokumen kita tanpa khawatir isinya diambil dan dirubah orang lain, serta aman dari ancaman virus.

Membuat file PDF dari Ms. Word bisa saja dilakukan tanpa aplikasi atau software sama sekali. Tapi ini hanya berlaku pada Ms. Word 2010 dan 2013 karena mungkin versi ini telah lebih lengkap dan diperbaharui. Tapi, ya, tidak semua orang kan menggunakan versi ini? Makanya, Miichan membuat tutorial mengubah file Ms. Word 2007 menjadi file PDF yang tidak sesimpel Ms. Word 2010 dan 2013.


Cara Mengubah File Ms. Word 2007 menjadi File PDF

  1. Pertama-tama, downloadlah dulu software pengubah file Ms. Word 2007 menjadi file PDF di sini
  2. Install softwarenya (pastikan saat penginstallan, kalian tidak sedang membuka Ms. Word 2007)
  3. Setelah selesai, bukalah Ms. Word 2007
  4. Buatlah dokumen kita seperti biasa
  5. Lalu, saat ingin mensave dokumen kita menjadi PDF, klik "Save As" kemudian pilih "PDF or XPF"
  6. cara membuat file pdf dari word 2007
  7. Beri nama file dan simpan
  8. Selesai, file PDF telah berhasil dibuat dan disimpan
Bagaimana, mudah kan meskipun masih harus mendownload softwarenya? Oh ya, cara di atas juga dapat dilakukan berlaku pula untuk Ms. Power Point dan Ms. Excel versi yang sama ^^

Uuntuk Ms. Word 2010 dan 2013, tinggal mengikuti langkah 4 - 8. 

Semoga bermanfaat ya ^^)/

Source here - here

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...