Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Cara Mengganti Cursor di Blog

Konnichiwa mina-san~~! ^^

Gomen ne, Miichan baru post sekarang, padahal biasanya jam 6-an udah nongol xD Oke, lupakan. Sekarang Miichan mau memenuhi request salah satu kakak Miichan, namanya Shacchi. Yaitu mengubah cursor di blog.

Pasti, ya, setiap orang punya titik bosan. Dan ada kalanya orang bosan dengan cursor panah warna putih itu. Jadi, kenapa tidak diganti saja? Caranya gampang dan cukup simpel. Lebih lagi, dalam mengganti cursor, tidak perlu ribet-ribet mengedit HTML. Oke, daripada penasaran, langsung saja :D

CARA MENGGANTI CURSOR DI BLOG

  • Pertama-tama, login dulu di akun gmail, lalu masuk ke Blogger
  • Pilih menu tata letak
  • Setelah terbuka, klik tambahkan gadget
  • Di pilihan "Dasar-dasar", pilih "HTML/JavaScript"
  • Isi judul (bebas) dan paste kode dari gambar cursor. Untuk pembahasan kode gambar, akan dijelaskan setelah ini. Jika sudah terisi semua, klik simpan.
  • Jika sudah tersimpan, maka klik "Simpan Setelan" yang ada di dalam "Tata Letak". Kalian bisa juga memindahkan gadget ke tempat lain, seperti di bawah Laman, di sisi kanan/kiri "Posting blog", di bawah "Posting blog" Terserah karena sama sekali nggak ngaruh kok.

Lanjut ke bahasan selanjutnya.

CARA MENDAPATKAN KODE GAMBAR CURSOR
  • Klik ini. Di situs tersebut, terdapat banyak sekali jenis cursor yang menarik.
  • Kemudian carilah gambar kursor yang kalian suka. Untuk memudahkan, dapat mencari di kategori tertentu (ada di sebelah kiri) yang kalian suka.
  • Jika sudah, klik gambar kursor tersebut.
  • Lalu copy kode di dalam kotak yang Miichan lingkari merah.
  • Nah, kode itulah yang dipastekan di gadget seperti yang dijelaskan di atas.
Selesai :D

Gampang 'kan? Semoga bermanfaat ya! Jangan lupa meninggalkan jejak kalian :D Oh ya, kalau sudah kalian praktekan, jangan lupa tulis nama blog kalian di kolom komentar biar Miichan lihat hasilnya xD

Jyaa mata ne~~



Komentar

  1. Arigatou senpai :) ini sangat bermanfaat :3 ijin share ya xD
    btw blog senpai boleh nggak aku masukkan daftar "reccomend site" xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Douitashimashite ne, Adit-san ^^ Silakan di-share, tapi mohon maaf karena tidak bisa di-copypaste, ya :)

      Ah, benarkah dimasukkan ke "reccomend site" milik Adit-san? Miichan senang sekali :) Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, ya, Adit-san ^^)/

      Hapus
  2. makasih ternyata enak lho.. jika digabung dengan cursor switch atau dikombinasikan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Ikfina (^^) Iya, semakin enak dan blognya semakin bagus (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...