Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Cara Menambah Widget CBox di Blog

Ohayou gozaimasu ^^

Kali ini Miichan mau share cara menambah widget CBox di blog. CBox itu apa? CBox adalah Chat Box atau Bahasa Indonesianya "kotak untuk mengobrol". Sama seperti namanya, fungsi CBox adalah tempat kita mengobrol di blog itu.

Kelebihan CBox ini mungkin memudahkan para pengunjung untuk saling berkomunikasi dengan owner blog atau sesama pengunjung yang lain. Tapi, banyak pula yang mengatakan CBox ini banyak kekurangannya seperti hanya menjadi tempat spamming dan promote. CBox juga sedikit menambah berat blog kita. Ya, untuk menambah atau tidaknya, itu tergantung pendapat kalian masing-masing, ya ^^

Oke, langsung saja :D

CARA MENAMBAH WIDGET CBOX DI BLOG

  • Pertama-tama, klik ini. Ini adalah situs official CBox.
  • Klik sign up di kanan atas blog tersebut bagi yang belum mempunyai akun, kemudian isi semua formnya.
Keterangan
* CBox name >> Sebagai username CBox kita untuk masuk ke akun nanti, makanya harus diingat ya
* Email addres >> Isi dengan email yang masih aktif, karena jika kalian lupa password, bisa direset menggunakan email
* Password >> Ini adalah kata sandi supaya kalian bisa masuk ke akun CBox (udah pada tahu pastinya kan?)
* Website >> Isi dengan URL blog kamu
* Languange >> Pilih bahasa yang akan digunakan. Saran Miichan pilih Bahasa Inggris aja, soalnya nggak ada Bahasa Indonesia -.-
* Style >> Pilih style CBox sesuai seleramu

Dan jangan lupa untuk memberi centang pada kotak kecil di bawahnya
  • Lalu klik "Create My CBox!" untuk membuat CBox kalian
  • Jika muncul tampilan dengan tulisan "CBox Created!" berarti CBox kalian telah berhasil dibuat.
  • Kemudian cek email kalian dan login
  • Setelah terbuka, klik "Publish!" yang ada di kanan atas, tepatnya di bawah "Product"
  • Selebihnya, untuk membuat CBox ada di blog kalian, kalian tinggal mengikuti tutorial yang tertulis di Step 4 ^^
Berhasilkah?
Semoga bermanfaat ya! Senang sekali Miichan bisa berbagi pada kalian ^^ Jangan lupa tinggalkan jejak dan beritahu URL blog kalian di kolom komentar juga ya, jika kalian berhasil :D

Jyaa mata nee~ ^^)/

Note : Untuk desain CBox sendiri, dapat kalian utak-atik di bagian "Look & Feel" di sebelah "Publish!" ^^

Komentar

  1. Cbox ku mengganggu nih miichan maksudnya ngabisin lapak gimna caranya biar bisa kya punya miichan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan rasa itu nggak mengganggu, Sacchi-ku :3 Kalau kaya punya Miichan, Miichan juga nggak tahu gimana bikinnya soalnya pas diliat di blog udah kaya gitu =3=

      Hapus
  2. my blog :
    nissilverstars.blogspot.com - blogku sangat gaje dan jadul -.-'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog iCHA kalau dimodifikasi sedikit pasti jadi luar biasa bagus, kok. Percaya sama Miichan ;)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih kembali untuk kunjungan dan komentarnya ^^

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih kembali untuk kunjungan dan komentarnya ^ ^)

      Hapus
  5. Makasih gan informasinya, saya jadi bisa memasang widget ini pada blog saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh senangnya bisa berbagi informasi. Terima kasih kembali untuk kunjungan dan komentarnya ^ ^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...