Langsung ke konten utama

kok

Cara Menambah "Baca Selanjutnya" pada Postingan di Beranda Blog

Nee, minna, konnichiwa!

Maaf ya, Miichan baru muncul di siang bolong begini ToT Tadi pagi Miichan diomelin karena akhir-akhir ini keseringan main laptop :" Ya sudahlah, sekarang akhirnya bisa ngeblog lagi setelah keadaan aman (?) *curhat *lupakan

Oke! Karena ada yang bertanya "Miichan, Cara buat Read more/bacsa lebih lanjutnya itu gimana?makasih ya, Miichan", akhirnya lahirlah postingan yang satu ini ^^ Mungkin ini sebenarnya sangat simpel dan mudah, tapi ada saja kan, orang yang belum tahu? Dulu Miichan juga begitu. Jadi Miichan rasa nggak ada salahnya membuat tutorial ini.

Check this out!




  • Masuklah ke blogmu dan buat artikel baru / edit artikel lama
  • Kemudian klik pilihan ini
  • Jika itu kita tambahkan, maka akan muncul "garis abu-abu" seperti yang ada di bawah tulisan "check this out!" (lihat gambar lagi). Maka mulai dari situ akan "terpotong" di beranda.
Bagaimana? Mudah kan? ^^
Oh ya, pemotongan ini berfungsi untuk tidak memenuh-menuhkan beranda. Misalnya, harusnya di beranda bisa terdapat 7 artikel. Tapi karena tidak terpotong, jadi memakan tempat dan hanya terdapat 4 artikel. Sayang sekali 'kan? Begitulah fungsinya ^^

Semoga bermanfaat ya ^^)/
Terima kasih sudah berkunjung dan Miichan senang sekali menerima kedatangan kalian lagi.

Jyaa mata ne~

Komentar

  1. Sama-sama :) Datang lagi ya ^^)/

    BalasHapus
  2. Miichan, aku boleh CoPas ini diblogku?Tenang saja, pasti aku sertakan sumber kok.
    Makasih ya, Miichan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Silakan, tapi mohon maaf di sini nggak bisa copy langsung '-' Harap tulis ulang dengan gaya Aisha sendiri ya, dan jangan lupa sumber.. Hehe ^^)/

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...