Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Senbonzakura by Hatsune Miku (Lirik + Terjemahan)

(Bagian reff / chorus Miichan tandai dengan warna biru seperti ini)

SENBONZAKURA
Seribu Pohon Sakura

Daitan-futeki ni HAIKARA kakumei
Rairai-rakuraku hansen kokka
Hinomaru jirushi no nirinsha korogashi
Akuryou taisan ICBM
- (Negara ini menjadi) negara anti-perang yang terbuka
- Dengan revolusi Barat yang penuh keberanian
- Kukayuh kendaraan roda dua berlambang bendera Jepang
- Untuk mengusir roh jahat dengan peluru kendali balistik antarbenua

Kanjousen o hashirinukete touhonseisou nan no sono
Shounen shoujo sengoku musou ukiyo no manima ni
- Pemuda-pemudi negara perang yang tak tertandingi terikat di dunia yang fana
- Terus bergerak sekali pun di jalur yang melingkar

Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai de mioro shite
- Seribu pohon sakura mengalihkan perhatian di malam hari
- Suaramu bahkan tidak dapat dicapai
- Inilah jamuan dari jeruji besi
- Tundukkan wajah di alat pemenggalan kepala itu

Sansen sekai tokoyo no yami
Nageku uta mo kikoenai yo
Seiran no sora harukakanata
Sono kousenjuu de uchinuite
- Perang dunia adalah kegelapan yang abadi
- Nyanyian duka cita bahkan tidak dapat didengar
- Dari kejauhan langit yang biru nila
- Tembaklah target dengan senapan cahaya

Hyakusenrenma no mitame wa shoukou
Ittari kitari no oiran douchuu
Aitsu mo koitsu mo minna de atsumare
Seija no koushin wan tsuu san shi
- Seorang yang berwajah perwira setelah ratusan perang
- Para pelacur jalanan yang datang dan pergi
- Si ini dan si itu juga, kumpulkan semua orang
- Inilah parade orang-orang suci, 1 2 3 4!

Zenjoumon o kuguri nukete anraku joudo yakubarai
Kitto saigo wa daidan'en hakushu no aima ni
- Kuusir setan di tanah yang suci dan damai melalui gerbang meditasi
- Pada akhirnya pasti ada klimaks cerita yang diselingi tepuk tangan

Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai de mioro shite
- Seribu pohon sakura mengalihkan perhatian di malam hari
- Suaramu bahkan tidak dapat dicapai
- Inilah jamuan dari jeruji besi
- Tundukkan wajah di alat pemenggalan kepala itu

Sansen sekai tokoyo no yami
Nageku uta mo kikoenai yo
Kibou no oka harukakanata
Sono senkoudan o uchiagero
- Perang dunia adalah kegelapan yang abadi
- Nyanyian duka cita bahkan tidak dapat didengar
- Dari kejauhan bukit harapan
- Kenai mereka dengan peluru cahaya

Kanjousen o hashirinukete touhonseisou nan no sono
Shounen shoujo sengoku musou ukiyo no manima ni
- Pemuda-pemudi negara perang yang tak tertandingi terikat di dunia yang fana
- Terus bergerak sekali pun di jalur yang melingkar

Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai o tobiorite
- Seribu pohon sakura mengalihkan perhatian di malam hari
- Suaramu bahkan tidak dapat dicapai
- Inilah jamuan dari jeruji besi
- Lompatilah alat pemenggalan kepala itu

Senbonzakura yoru ni magire
Kimi ga utai boku wa odoru
Koko wa utage hagane no ori
Saa kousenjuu o uchimakure
- Seribu pohon sakura mengalihkan perhatian di malam hari
- Kamu bernyanyi, sedangkan aku menari
- Inilah jamuan dari jeruji besi
- Ayo, tembaklah target dengan senapan cahaya tanpa henti

Versi Indonesia Miichan terjemahkan sendiri
Request dari Miku-Chama!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...