Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

World is Mine by Hatsune Miku (Lirik + Terjemahan)


https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjIq5Hv9_HNAhVCpo8KHVHZDegQjB0IBg&url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.com%2Fpin%2F475692779360611472%2F&psig=AFQjCNGb97ddXUWFKjNaoCDBCdvEgRdf7A&ust=1468550710806648 
WORLD IS MINE
Dunia adalah Milikku 
Lirik dengan warna biru adalah bagian yang dinyanyikan secara tsundere 

Sekai de ichiban ohime-sama
Sou iu atsukai kokoroete yo ne
- Akulah putri nomor satu di dunia
- Katakan kau mengerti cara memperlakukanku

Sono-ichi: itsumo to chigau kamigata ni kigatsuku koto
Sono-ni: chanto kutsu made miru koto, ii ne
Sono-san: watashi no hitokoto ni wa mittsu no kotoba de henji suru koto
- Yang pertama, sadarilah gaya rambutku yang berbeda dari biasanya
- Yang kedua, sampai sepatu pun lihat dengan baik, bagus kan?
- Yang ketiga, jawab tiap kataku dengan tiga kata

Wakattara migite ga orusu na no o nantokashite
- Jika sudah mengerti, lakukan sesuatu pada tangan kananku yang hilang

Betsu ni wagamama nante itte nai n dakara
Kimi ni kokoro kara omotte hoshii no kawaii tte
- Bukan berarti aku egois jika aku tidak mengatakannya langsung
- Tapi aku ingin kau menganggapku imut tulus dari hatimu

Sekai de ichiban ohime-sama
Ki ga tsuite nee nee
Mataseru nante rongai yo
- Akulah putri nomor satu di dunia
- Perhatikanlah, hei, hei
- Mustahil membuatku menunggu

Watashi o dare da to omotteru no
Mou nanda ka amai mono ga tabetai
Ima sugu ni yo
- Apa kau memikirkan siapa aku sebenarnya?
- Cukup, tiba-tiba aku ingin makanan manis
- Sekarang juga

Oh, check one two ah~!

Ketten? Kawaii no machigai deshou?
Monku wa yurushimasen no
- Cela? Maksudnya kesalahanku yang manis?
- Tidak ada ampun jika kau komplain

Ano ne? Watashi no hanashi chanto kiiteru? 
Chotto..
- Anu .. ? Kau dengar ceritaku dengan baik tidak?
- Tunggu

Ah, sore to ne? 
Shiroi ouma-san kimatteru deshou?
Mukae ni kite!
- Ah, itu ya?
- Sudah diputuskan, dengan kuda putih, kan?
- Datanglah menjemputku!

Wakattara kashizuite te wo totte "ohime-sama" tte
- Jika sudah mengerti, layani aku, raih tanganku, sebut kata "Putri"

Betsu ni wagamama nante itte nai n dakara
Demo ne sukoshi kurai shikatte kuretatte ii no yo
- Bukan berarti aku egois jika aku tidak mengatakannya langsung
- Tapi tidak masalah memarahiku sedikit atau banyak

Sekai de watashi dake no ouji-sama
Ki ga tsuite hora hora
Otete ga aitemasu
- Kaulah pangeran milikku seorang, di dunia
- Perhatikan, lihat, lihat
- Tangan kita kosong

Mukuchi de buaisou na ouji-sama
Mou, doushite? Ki ga tsuite yo hayaku
Ah! Zettai kimi wa wakatte nai! Wakatte nai wa..
- Pangeran berwajah masam yang pendiam
- Cukup, kenapa lagi? Cepat perhatikan aku
- Ah! Pasti kau tak mengerti! Tak mengerti..

Ichigo no notta SHOOTOKEEKI
Kodawari tamago no torokeru PURRIN
- Shortcake dengan olesan stroberi
- Puding meleleh yang terbuat dari telur pilihan

Minna minna gaman shimasu
Wagamama na ko da to omowanai de
- Semuanya, semuanya, tahanlah diri kalian
- Jangan kira aku adalah gadis yang egois

Watashi datte yareba dekiru no
Ato de koukai suru wa yo
- Jika aku inginkan sesuatu, aku bisa melakukannya
- Kalian akan menyesal di kemudian hari

Touzen desu! 
Datte watashi wa
- Jelas saja!
- Karena aku..

Sekai de ichiban ohime-sama
Chanto mitete yo ne
Dokoka ni icchau yo
- Akulah putri nomor satu di dunia
- Lihat baik-baik
- Atau aku pergi saja ke suatu tempat

Fui ni dakishimerareta kyuu ni sonna e
"Hikareru abunai yo"sou itte soppo muku kimi
Kocchi no ga abunai wa yo
- Mendadak kau memelukku seolah ada sesuatu yang gawat
- "Awas, bahaya," katamu sambil memalingkan wajah
- Berikutnya pun masih ada yang berbahaya

Oh, hey baby
- Oh, hei, sayangku

( Sumber lirik romaji )
Diterjemahkan oleh Miichan
Request dari Sentaro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...