Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Tips Membuat Gigi Menjadi Sehat dan Kuat

Minna~!

Siapa yang nggak mau punya gigi yang sehat dan kuat? Sudah pasti semuanya mau kan? ^^ Memiliki gigi sehat dan kuat dapat dipastikan adalah keinginan kita semua. Dengan gigi yang seperti ini, kita dapat terhindar dari permasalahan gigi seperti gigi yang bolong. Selain itu juga membuat senyum kita menjadi lebih manis.

Karenanya, Miichan ingin berbagi beberapa tips agar kita dapat memiliki gigi yang sehat dan kuat. Check this out! ^^)/

  • Tertib dalam menggosok gigi
Gigi yang sehat dan kuat akan dapat kita miliki setelah kita tertib saat menggosok gigi. Misalnya dengan menggosok gigi minimal 2 kali sehari. Bahkan, Kaasan Miichan saja sikat gigi lebih dari 5 kali sehari lho~ Dan jangan remehkan juga cara kita menggosok gigi. Apa kalian sudah benar? Caranya dengan menggosok gigi dari arah gusi ke bagian depan sehingga seluruh permukaan gigi kita menjadi bersih.
  • Rajin mengganti sikat gigi
Meskipun kita sudah tertib untuk menggosok gigi, cara kita menggosok gigi pun sudah benar, tidak akan berhasil maksimal jika sikat gigi kita tidak pernah / jarang kita ganti. Sikat gigi sebagai media pembersih harus kita ganti secara berkala, maksimal 3 bulan sekali. Dan ganti juga jika kondisi sikat sudah rusak. Beberapa cirinya adalah bulu sikat yang sudah mekar dan tidak rapi, serta warnanya sudah pucat dan pudar.
  • Membersihkan sisa makanan
Jika di sela gigi kita terselip makanan, harus kita bersihkan dengan segera. Jika dibiarkan saja maka akan menjadi sarang bakteri. Terkadang, bulu sikat gigi tidak dapat menjangkau sela gigi. Gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk mempermudah pembersihan. Hindarilah pembersihan dengan tusuk gigi terlalu sering karena bisa menyebabkan gusi kita tertusuk dan luka. Akibatnya, bakteri malah bisa masuk dan merusak gigi kita.
  • Selektif dalam mengonsumsi makanan
Meskipun kita sudah rajin membersihkan gigi dengan baik, kita tetap harus memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Ada baiknya kita mengurangi makanan yang manis dan berkadar gula yang tinggi, misalnya permen dan cokelat. Makanan seperti itu sangat mudah melekat di gigi sehingga dapat memicu kerusakan gigi. Ada baiknya kita memperbanyak memakan buah dan sayur yang kaya mineral. Selain itu, jangan lupa juga untuk memperbanyak makanan berkalsium tinggi untuk memperkuat gigi, seperti susu, keju, dan telur.

Nah, semoga bermanfaat ya ^^)/
Jya mata ne~!

Source here

Komentar

  1. yang paling malas untuk melakukan adalah, gosok gigi ketika sebelum tidur, padahal ini penting untuk menjaga kesehatn gigi.
    cara menyikat gigi yang benar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali! Menyikat gigi sebelum tidur adalah hal yang penting ^^)b

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...