Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

[AKB48] "Oogoe Diamond" English Version Show

Minna~!
Bagi para penggemar 48 Family, khususnya AKB48, ayo merapat ke sini! :D

Miichan tengah berseluncur di facebook beberapa hari yang lalu. Dan terdapat postingan dari fansclub AKB48 di beranda Miichan. Postingan itu merujuk pada sebuah video di youtube pada saat AKB48 tengah konser di luar negeri.

Tampaknya mereka konser di New York (Miichan kurang tahu dengan pasti), tapi yang jelas.. mereka menyanyikan lagu "Oogoe Diamond" dengan menggunakan Bahasa Inggris! Mungkin terkesan biasa jika kita lihat sekilas. Terlebih lagi, lirik "Oogoe Diamond" versi Inggris ini tidak begitu persis dengan yang original. Tetapi, bukankah kita tahu bahwa tidak banyak orang Jepang yang pandai berbahasa Inggris?

Oke, mungkin perubahan lagu tidak diubah secara langsung oleh para member. Tapi, kebanyakan di lirik lagu AKB48 yang berbahasa Inggris, pelafalannya terkesan "Bahasa Inggris dengan aksen Jepang". Tidak percaya?

"River" >> "Ribaa"
"Heavy rotation" >> "Hebii roteeshoon"
"Ponytail" >> "Poniiteru"
"Calendar" >> "Karendaa"
"Real" >> "Riaru"

Dan tidak seperti JKT48 yang dengan mudah dapat menyanyikan lagu "Fortune Cookie in Love" yang berbahasa Inggris, AKB48 perlu usaha keras untuk menyanyikan "Diamond Shout" (versi Inggris Oogoe Diamond). Mereka perlu mengucapkan lirik-liriknya dengan tepat karena para penonton merupakan pengguna Bahasa Inggris. Jika penyebutannya masih seperti di atas, banyak kemungkinan bahwa penonton akan mendengar kata dengan kurang jelas.

Jika tertarik menontonnya, kalian bisa melihatnya di youtube di sini
Sedangkan bagi yang ingin mendownload videonya, dapat didownload di sini
Untuk tata cara download, dapat dilihat di sini
Dan kalian bisa melihat lirik lagunya di sini :D

Oh ya, di pertunjukan kali ini, yang menjadi center adalah Akimoto Sayaka, bukan Acchan ataupun Jurina (meskipun Acchan tetap berada di posisi bagian depan). Kenapa? Karena Sayaka dapat berbahasa Inggris dengan fasih :D

Berikut adalah sosok Sayaka ^^

Semoga bermanfaat, ya! :D
Sudah waktunya Miichan kembali ngidol~

Jya mata ne~ ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...