Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

10 Manfaat Air Minum dalam Kehidupan Kita

Selamat pagi semua~ Kesempatan kali ini, Miichan ingin membahas tentang "10 Manfaat Air dalam Kehidupan Kita". Kenapa tentang air? Ada apa dengan air?

Ya, seperti yang kita tahu, bahwa air adalah hal yang penting bagi kehidupan manusia. Minimal kita minum 8 gelas dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh kita. Akan tetapi, di saat berpuasa seperti ini, ada kalanya sulit untuk minum mencapai 8 gelas. Meskipun begitu, kita harus tetap memberikan asupan air yang cukup. Berikut ada 10 manfaat air yang siapa tahu memotivasi (?) kita.

  1. Seseorang bisa hidup selama sekitar satu bulan tanpa makanan, tetapi hanya dapat bertahan sekitar satu minggu tanpa air. 
  2. Air membantu menjaga berat badan tetap seimbang dengan cara meningkatkan metabolisme dan mengatur nafsu makan. 
  3. Air dapat meningkatkan energi. Karena itulah, penyebab paling umum dari rasa lelah di siang hari sebenarnya adalah tanda dari dehidrasi ringan. 
  4. Minum air dalam jumlah cukup dapat menurunkan resiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, kanker kandung kemih, dan kanker payudara. 
  5. Asupan air minum yang cukup dapat mengurangi nyeri sendi dan sakit punggung bagi yang sering mengalaminya. 
  6. Air minum membantu mengeluarkan racun dan bakteri penyebab penyakit. 
  7. Minum air dalam jumlah cukup dapat mencegah dan meringankan sakit kepala. 
  8. Air secara alami akan melembabkan kulit dan memastikan pembentukan lapisan yang tepat di bawah kulit. Hal ini membuat kulit terlihat cerah dan sehat. Karenanya kita sering mendengar bahwa salah satu faktor pembuat kulit yang cerah adalah air yang kita minum.
  9. Kecukupan air minum membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit. 
  10. Air adalah alat transportasi utama bagi semua nutrisi untuk dapat mencapai seluruh organ dalam tubuh. Bayangkan seandainya kita kekurangan air, bisa juga berarti kita kekurangan alat transportasi utama bagi nutrisi kita, bukan?
Ternyata air yang terlihat sepele menyimpan banyak manfaat ya ^^ Oh ya, ini tidak hanya mencakup air yang kita minum saja. Tetapi air minum yang umum, di mana air dari makanan seperti buah dan sayur juga termasuk.

Semoga bermanfaat ya ^^)/
Jya mata nee~

Source here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...