Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Otanjoubi Omedetou, Acchan~! ^^)/

Minna!



Ada kabar gembira untuk kita semua! Kemarin, 10 Juli 2014, 'absolute oshi' Miichan di AKB48 berulang tahun :D Ini dia 'penampakan'nya.



Nama aslinya adalah Maeda Atsuko, tapi ia terkenal sebagai Acchan (Atsu + Chan)! Ingat, Acchan bukan Achan ^^ Ia berulang tahun ke-23 kemarin, dan ia tampaknya merayakan ulang tahunnya. Berikut adalah beberapa fotonya yang bersumber dari twitter Acchan ^^

Permalink gambar yang terpasang
"楽屋についたらこんな可愛いお花が!
可愛すぎる(;_;)
ありがとうございます!
今日22歳最後、楽しむぞ! "
"Saat aku pergi ke ruang ganti, ternyata ada bunga yang lucu ini! Manis sekali (;_;) Terima kasih! Hari terakhirku di usia 22 tahun, menyenangkan!"



Permalink gambar yang terpasang
"みてー!今舞台チームの皆さんが ドッキリサプライズでお誕生日お祝いしてくれましたー! 本当に本気で騙されました笑 みんな優しすぎる、、、大好きです "
"Lihat~! Semua anggota tim di atas panggung memberikanku kejutan perayaan ulang tahun! Aku benar-benar terjebak! Semuanya baik sekali, aku menyukainya,"


Permalink gambar yang terpasang
"23歳になりましたー! もうすでにいろんな方にお祝いしてもらって、 最高の誕生日♥︎ プライベートでは、、 友達のシェフの女の子が作ってくれた 可愛すぎるオラフケーキで23歳のお祝いしてもらいました! "
"Sekarang (berusia) 23 tahun! Dan merayakannya bersama mereka semua! Ulang tahun yang terbaik! Gadis koki temanku membuatkanku secara pribadi, kue ulang tahun Olaf ke-23 yang begitu imut untuk perayaan!"



Permalink gambar yang terpasang

"23歳一日目は

TOYOTAさんのCM撮影で
ジャイ子ちゃん!
撮影終わりにベレー帽ケーキでお祝いしてもらいました♥︎ "

"Di hari pertama pada usia 23 tahun, (aku) shooting di CM dari Toyota. Jaiko-chan! Dan aku merayakan (ulang tahun) dengan (topi) baret dan kue di akhir shooting ♥ "


Ne~ Otanjoubi omedetou Acchan ^^)/ Kemarin Miichan juga tidak lupa untuk memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Acchan, seperti ini ^^

あっちゃん、おはよー!
今日はあっちゃんの誕生日ね? あー!お誕生日おめでとう!いつも、あっちゃんにそばにいるよ!^^ 
本当にあっちゃんが好きだ~ ( ^^) _旦~~
"Acchan, selamat pagi! Hari ini adalah ulang tahun Acchan 'kan? Aah! Selamat ulang tahun! Selalu, aku akan ada di sisi Acchan! ^^ Aku benar-benar menyayangi Acchan~ ( ^^) _旦~~"

Semoga Acchan semakin sukses ke depannya, ya!

Sudah ya, semuanya :D
Jya mata nee~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...