Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Tips Belajar yang Baik ^^ Ganbatte!! #1

Konban wa minna.. Di malam hari iniii, Mii-chan mau post tentang 'Tips Belajar yang Baik ^^ Ganbatte!!' Ini dipost sama Mii-chan karena Mii-chan juga lagi harus belajar yang baik ^^ Check this out aja minna~

Yang pertama, Belajar Kelompok. Kalau kita belajar kelompok bersama teman, apalagi teman akrab niih, pasti lebih asyik, akrab, dan menyenangkan! Selain kita lebih dekat dengan teman-teman, kita juga menambah ilmu dengan saling ngeshare pengetahuan. Tapi tetep ya minna, kalau belajar kelompok harus ada pendampingnya. Ntar malah main lhoo, hihihi..

Lanjutt, rajin membuat catatan intisari pelajaran atau rangkuman. Kan kadang ribet ya, minna, kita bawa-bawa buku yang tebal. Jadi intrisari itu bisa kita bawa kemana-mana sekalian belajar. Jadi waktu kita nggak ada yang terbuang. Eh, tapi jangan jadikan intisari ini sebagai contekan yaa minna. Itu TER-LA-RANG!! Hehehe xD

Kemudian buatlah perencanaan yang baik. Kita buat rencana belajar kita dan tujuannya, usahakan sih rencana yang setinggi mungkin tapi sesuai kemampuan kita!! Buatlah jadwal pelajaran dan lakukan dengan disiplin, jangan sekali-kali bolos dari jadwal pelajaran itu. Kita juga harus disiplin belajar!

Oyaa, jadilah aktif bertanya dan ditanya. Kalau kita belum tahu, ya jangan malu bertanya! Seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Tapi kalau udah nanya jalan tapi masih sesat itu sih terlalu. Hehe #apasih Oya, jangan pelit ilmu juga ya minna. Kalau misalnya teman bertanya, jawablah. Kalau bisa juga, kita juga rajin tanya-tanyaan sama teman kita. Kita pasti semakin ingat dan ilmu kita juga bertanya. Tapi jangan melakukan tips ini pas ujian berlangsung!! Peringatan kerasss!!!

Belajarlah dengan tekun dan serius, terus kalau guru nerangin ya dengarkan dong! Jangan ngobrol ngerumpi sendiri. Pasti 50% yang baca ini kayak gitu, kayak Mii-chan jugaa #ehh Tapi jangan belajar berlebihan ya, belajar secukupnya tapi rutin dan serius. Jangan belajar, tapi 1 menit kemudian main game, 1 menit kemudian ini dan seterusnya. Itu sih labil -__- Belajar yang berlebihan juga buruk bagi kesehatan, tapi jangan menyalahartikan tips yang ini bahwa kita belajar tidak boleh berlebihan, artinya belajarnya sebentar saja. Itu siih, juga salah '-'v

Kalau ujian atau ulangan, kerjakanlah sendiri! Percayalah kepada diri sendiri, oke? :D Sebenarnya ini hanya anak teladan saja yang 100% selalu mengerjakan sendiri. Yaa, kalau boleh jujur, Mii-chan juga pernah sih nggak xD Tapi Mii-chan mau tobat :D

Kerjakan PR dengan baik juga, minna. Lah, PR dikerjakan di rumah kan? PR berarti bisa ditanya sama orang tua, browsing di internet, buka buku dari ensiklopedia sampai buku komik (siapa tahu ada '-'v), jadi usahakanlah agar PR mendapat nilai yang sempurna! Oke?? ^^ Itu yang selalu dikatakan oleh guru Bahasa Indonesia Mii-chan.

Terus, kalau bisa, kita selalu belajar sebelum, saat, dan setelah guru menerangkan. Jadi misalnya hari Selasa kita ada pelajaran PKn. Malamnya kita belajar PKn dulu tuh, baru saat guru nerangin, kita simak baik-baik. Dan pada hari Selasa di malam harinya itu, kita ulang lagi. Duuh, dijamin deh, ampuh dan Mii-chan rasa ingatannya cukup kuat! Kan diulang tiga kali :3

Dan anggaplah belajar itu bukan beban, tetapi melakukannya karena SUKA! Dijamiin, kamu pasti senang dan lebih nempel di otak :DD

Ya udah dulu ya, minna. 11 tips dulu ^^ Karena besok Mii-chan mau UAS, jadi Mii-chan sudahi dulu. Kapan-kapan Mii-chan bikin yang part dua ya! ^^ Kalau mau ada saran, tulis aja di kolom komentar. Oya, ini Mii-chan bikin sendiri ya, Mii-chan nggak copas. Tapi intinya Mii-chan ambil sebagian dari https://www.facebook.com/PinginPintarBelajarDisini/posts/433055266784598, tetapi Mii-chan tulis ulang dan pakai bahasa sendiri ya, bisa dilihat perbedaannya.

Sekian, minna. Semoga bermanfaat ^^ Maaf jika ada yang kurang atau apa, kritik sarannya juga Mii-chan tunggu, tapi dengan bahasa yang baik ya!
Ganbatte! You can do it, believe it!

N. B. : Ini memang sudah Mii-chan antisipasi dari perbuatan copas, tapi Mii-chan harap juga tak ada yang mengambil ini sembarangan ya. Mii-chan lelah lho mengetiknya. Meski kalian mengetik ulang, tetapi Mii-chan harap kalau 'mau' ngepost ini di blog kalian, sertakan blog ini. Sankyuu :*

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...