Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Belajar Bahasa Jepang Bersama Miyoko Chan - Kata Ganti Orang ke 1

Konban wa minna-san.. Pada malam hari ini, Miichan mau ngepost tentang kata ganti orang ke 1, yaitu 'aku'. Kore o chekku!!

Urutan sesuai tingkat keformalannya adalah :
  1. Watakushi / Atakushi (sangat sopan)
  2. Watashi / Washi / Ware (sopan dan umum juga digunakan)
  3. Boku / Atashi (informal, sering digunakan untuk pembicaraan sehari-hari)
  4. Ore (sangat informal)
Kita bahas satu-satu yaa..

Watakushi / 私 / わたくし Kata ganti ini sangat formal, kalau di Indonesia mungkin ini sama dengan 'saya' tetapi lebih sopan lagi. Biasanya diucapkan oleh orang yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat. Watakushi ini versi formal dari watashi dan umum digunakan oleh cowok maupun cewek.

Sementara itu, Atakushi / あたくし setara dengan watakushi hanya saja lebih feminin. Ini merupakan versi formal dari atashi. Umumnya digunakan oleh cewek. Miichan juga nggak tahu sih, ada nggak cowok yang ngomong atakushi atau atashi xD

Watashi / 私 / わたし Kurang lebih artinya sama dengan 'saya' dalam Bahasa Indonesia. Ini adalah kata ganti orang pertama yang paling sering kita dengar. Bisa digunakan oleh cewek ataupun cowok. Ini bisa diucapkan dalam keadaan formal ataupun informal. Ware / 我 / われ kurang lebih juga penggunaannya sama dengan watashi tetapi mungkin lebih umum pengucapan watashi dibanding ware, menurut Miichan .-.

Washi / わし juga kurang lebih artinya sama dengan 'saya' dan penggunaannya dalam kondisi yang sama juga. Tetapi umumnya ini digunakan oleh orang yang lebih tua.

Boku / 僕 / ぼく ini kurang lebih artinya sama seperti 'aku' dalam Bahasa Indonesia. Umumnya digunakan oleh cowok, tetapi mungkin ada pula cewek yang mengucapkan boku. Misalnya cewek tomboi. Oya, ini digunakan dalam situasi informal. Misalnya ngobrol dengan teman akrab. Sementara Atashi / あたし mungkin situasi penggunaannya mirip dengan boku, tetapi atashi adalah versi 'cewek' dari watashi dan ini lebih informal juga.

Terakhir adalah Ore / 俺 / おれ  yang kurang lebih artinya dalam Bahasa Indonesia adalah 'Gue'. Ini sangat informal jadi jangan mengucapkan aku pakai kata ini dalam situasi formal! Digunakan oleh cowok. Ini lebih kasar dari boku dan berkesan meninggikan diri sendiri. Shinichi dalam Detective Conan sering menggunakan kata ore jika berbicara, sementara Conan menggunakan boku.

*** ^^ ***
Hanya segitu yang Mii-chan tau dan punya, minna. Semoga bermanfaat ya. Maaf jika ada kekurangan, kritik dan saran ditunggu di kolom komentar. Arigaou gozaimasu minna-san!!!

Sumber : http://sora9n.wordpress.com/2007/11/21/kata-ganti-orang-pertama-dan-kedua-dalam-bahasa-jepang/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...