Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Daftar Terbit Komik Detective Conan Terbaru di Berbagai Negara

Ohayou minna ^w^ Miichan balik bawa-bawa hawa-hawa Detective Conan xD Jadi, Detective Conan itu udah tersebar ke mana-mana. Ke Asia, Eropa, sampai ke Amerika lhoo, hebat kan! :D Ini daftarnya. Mungkin ada beberapa yang kurang lengkap, masih ada yang salah, dan sebagainya. Tapi, semoga kalian suka!

Note :
  • "Nomor volume :: Negara ([jika ada]Bahasa) :: Tanggal terbit"
  • Diurut berdasar volume terbaru
Volume 85 Jepang ??**
Volume 84 Jepang 18 Juli 2014
Volume 82 Korea -
Volume 81 Vietnam 27 Juli 2014
Volume 81 China     -
Volume 81 Taiwan -
Volume 80 Italia 7 Agustus 2014
Volume 80 Jerman 3 Juli 2014
Volume 78 Indonesia 19 Juni 2014
Volume 78 Malaysia (Malaysia) xx Desember 2013
Volume 78 Hongkong -
Volume 77 Malaysia (China) -
Volume 73 Finlandia                   26 September 2012
Volume 72 Perancis                   7 Juni 2013
Volume 72 Singapura (China) -
Volume 72 Thailand                 -
Volume 63 Swedia                   -
Volume 50 Amerika & Kanada 8 April 2014
Volume 31 Norwegia               -
Volume 13 Belanda                 1 September 2010
Volume 08 Catalan                   xx Juli 2008
Volume 03 Singapura (Inggris)* 24 Juli 2014
Volume 02 Spanyol               xx Juni 1998 / xx September 2004
*volume berisi chapter yang berbeda dari biasanya
**volume belum terbit


Nah, semoga bermanfaat dan suka ya! :D Harap tinggalkan jejakmu di kolom komentar! >w<
Sumber : detectiveconanworld.com

Publish on 24/12/13
Update on 21/08/14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...