Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Beberapa Materi Pramuka







Konban wa minna. Ini siapa tahu ada yang butuh materi pramuka, ada beberapa materi yang Mii-chan punya di sini. Siapa tahu ada yang butuh? ^^ Ini berdasarkan warna juga, semoga bermanfaat. Maaf jika ada yang berantakan atau belum jelas, soalnya langsung Mii-chan copypaste dari file word Mii-chan. Maaf ya, tidak ada sandi di sini soalnya tadi Mii-chan mau post cuma tidak terlihat. Selamat membaca! ^^



Pramuka
Sejarah Pramuka Sejarah Baden Powell Dasadharma Trisatya P3K Jambore Nasional 

SEJARAH PRAMUKA
Ø  Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana
(Orang muda yang suka berkarya)
Ø  Meliputi :
1.     Pramuka Siaga (7 – 10 tahun)
2.    Pramuka Penggalang (11 – 15 tahun)
3.    Pramuka Penegak (16 – 20 tahun)
4.    Pramuka Pandega (21 – 25 tahun)
5.    DLL : Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir, Majelis Pembimbing
Ø  Lahir pada 14 Agustus 1961 (14/8/61)
Ø  Bertujuan untuk membentuk pramuka menjadi pribadi yang bersifat dan berperilaku baik kepada Tuhan YME, NKRI, masyarakat, dan alam sekitar.
Ø  Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Ø  Bapak Pandu Indonesia adalah K. H. Agus Salim
Ø  Sistem Among adalah cara pelaksanaan pendidikan dalam gerakan pramuka
Ø  Ada 8 SAKA (satuan karya pramuka) dalam gerakan Pramuka :
SAKA Bahari
Bidang Kelautan
SAKA Bakti Husada
Bidang Kesehatan
SAKA Bhayangkara
Bidang Kepolisian
SAKA Dirgantara
Bidang Keudaraan
SAKA Kencana
Bidang Kependudukan
SAKA Taruna Bumi
Bidang Pertanian
SAKA Wara Bakti
Bidang Kehutanan
SAKA Wirakartina
Bidang Belanegara



Sejarah Baden Powell
Ø  Nama lengkapnya Robert Stephenson Smyth Powell
Ø  Nama akrabnya Stephe Powell
Ø  Julukannya “Impeesa” (Serigala yang tidak pernah tidur)
Ø  Lahir pada 22 Februari 1857 di Paddington, London, Inggris
Ø  Ayahnya Prof. Domine Baden Powell
Ø  Ibunya Henrietta Grace Smyth
Ø  Istrinya Olave St. Clair Soames (Lady Baden Powell)
Ø  Anak-anaknya :
-      Arthur Robert Peter / Peter (13/62)
Kemudian ia menjadi 2nd Baron Baden Powell
-      Heather Grace / Heather (15/86)
Mendapat gelar Hon. Heather Baden-Powell






-      Betty (17-04)
Mendapat gelar Hon. Betty Baden-Powell
Ø  Pernah ke Indonesia pada 3 Desember 1934
Ø  Meninggal pada 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya


Dasadharma Pramuka
Pramuka itu :
1)    Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2)   Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3)   Patriot yang sopan dan ksatria
4)   Patuh dan suka bermusyawarah
5)   Rela menolong dan tabah
6)   Rajin, trampil, dan gembira
7)   Hemat, cermat, dan bersahaja
8)   Disiplin, berani, dan setia
9)   Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10)  Suci dalan pikiran, perkataan, dan perbuatan

Trisatya Pramuka (Janji Pramuka)
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila
-      Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masayarakat
-      Menepati Dasadharma
P3K / Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Ø  Definisi P3K adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara
terhadap korban sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik
Ø  Tujuannya :
-      Mencegah bahaya cacat dan kematian
-      Meringankan penderitaan korban
-      Mencegah keadaan semakin buruk
Ø  Prinsip
-      Bersikap tenang
-      Gunakan mata dengan jeli, berani & tega-an
-      Lakukan gerakan tangkas dan tepat
-      Perhatikan keadaan sekitar
-      Perhatikan keadaan korban
-      Periksa pernafasan & nadi korban
-      Sementara menolong, hubungi pihak paramedik

Jambore Nasional
Ø  Adalah pertemuan pramuka penggalang se-Indonesia dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional.
Ø  Kegiatannya antara lain perkemahan, scouting skill, pendidikan & senbud
Ø  Pelaksanaannya
No
Tempat
Tanggal
1
Situ Baru, JKT
1973
2
Sibolangit, Sumut
1 – 20 Juli 1977
3
Cibubur, JKT
18 – 25 Juni 1981
4
Cibubur, JKT
21 – 28 Juni 1986
5
Cibubur, JKT
15 -22 Juni 1991
6
Cibubur, JKT
26/06 – 4/07 1996
7
Baturaden, Jateng
3 – 12 Juli 2001
8
Jatinangor, Jabar
26/06 – 4/07 2006
9
Danau Teluk Gelam
Kab. Ogan Komering Ilir Sumsel
2 – 9 Juli 2011



Maaf ya minna kalau berantakan *menunduk*
Semoga bermanfaat, Mii-chan hanya ngeshare informasi dan ilmu yang Mii-chan punya untuk sesama ^^
Masih membutuhkan krisar, Mii-chan menunggunya! ^^

Komentar

  1. Thanks, karena berwarna, aku jadi cepet ngapalinnya >w< Tapi sayang kenapa nggak bisa dicopas? Aku janji kok bakal ngasih sumber! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoosh, sama-sama :D Maaf ya, Mii-chan pernah di'maling' karyanya, jadi Mii-chan hanya untuk berjaga-jaga. Maaf ya :)

      Hapus
    2. di maling? xixixi... emang postingan apa yg pernah di maling, Miichan? sorry cuman nanya koq... :)

      Hapus
    3. Fanfiksi Keroppi Miichan pernah dicuri, jadi Miichan kapok :" Iya, nggak apa-apa, kok, iCHA. Terima kasih sudah bertanya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...