Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

AKB48 Shoujotachi yo (Romaji + Terjemahan)

Moshimoshi minna. Ogenki desu ka?

Pada pagi hari menjelang siang ini (?), Miichan mau pos lagu AKB48 judulnya Shoujotachi yo sekaligus terjemahannya yang Miichan terjemahkan sendiri. Lagunya ini enak, terus maknanya juga bagus lhoo ^^

(sumber romaji : http://stage48.net/studio48/shoujotachiyo.html)


SHOUJOTACHI YO
Gadis-Gadis

Sora ni chira batta hoshi no
Dore ga ichiban ni kagayaku no darou
Kikaretemo
- Di antara bintang-bintang yang tersebar di langit
- Manakah yang cahayanya paling terang?
- [Meskipun pertanyaan itu] didengar
Dare mo kitto kotaerarenai
Kurayami no saki ni
Koko kara mienai hikaru ga aru
- Pasti tidak ada yang bisa menjawabnya
- Di ujung kegelapan itu
- Ada cahaya yang tidak terlihat dari sini

SUTEEJI no katasumi de mogaki tsudzukeru
Kuyashisa ya munashisa mo seishun no toki
- Lanjutkan perjuanganmu di sudut panggung itu
- Perasaan kosong dan kekecewaan itu bagian dari masa muda juga

Shoujotachi yo
Mou sugu yoake ga kuru
Yume no mirai wa kore kara hajimaru
- Hei, gadis-gadis
- Fajar sebentar lagi tiba
- Masa depan yang diimpikan akan dimulai dari sini

WOW WOW

Shoujotachi yo
Nani mo akirameru na
Kanashii koto nanka subete sutete
- Hei, gadis-gadis
- Jangan menyerah terhadap apapun
- Buanglah semua kesedihanmu

Zenryoku de
Zenryoku de
Hashirunda
- Dengan segenap kekuatanmu
- Dengan segenap kekuatanmu
- Berlarilah

Hito no me ni fureru hoshi to
Kizukarenai hoshi
Soko ni wa douiu sa ga aru no
- Bintang yang cahayanya dapat dilihat
- Dengan bintang yang tidak dikenali
- Apa bedanya?

Hikari todokanai kurai ni
Hanarete iru to ka kumo no sei da to ka
Jiyuu ga hoshii
- Kenapa cahayanya tidak sampai?
- Apa terlalu jauh atau salahnya awan?
- Aku membutuhkan alasan

Omou you ni ikirarenai ima no jibun ga
Modokashiku fuan nara senaka o osou
- Dirimu yang sekarang tidak bisa lagi hidup semaumu
- Tapi jika kamu tidak sabar dan merasa cemas, aku akan mendukungmu

Nayami nagara
Itsushika tsuyoku nareru
Kyou no namida wa ashita no chikara sa
- Jika sekarang terasa sulit
- Tanpa sadar kamu akan semakin kuat
- Air mata yang terjatuh hari ini adalah kekuatan di hari esok

WOW WOW

Nayami nagara
Mae e arukidase yo
Tachidomattara soko de owaru
- Jika sekarang terasa sulit
- Tetaplah berjalan ke depan
- Jika kamu berhenti, di sinilah kamu berakhir

Ganbatte
Ganbatte
Shinjirunda
- Berjuanglah
- Berjuanglah
- Percayalah

Shoujotachi yo
Mou sugu yoake ga kuru
Yume no mirai wa kore kara hajimaru
- Hei, gadis-gadis
- Fajar sebentar lagi tiba
- Masa depan yang diimpikan akan dimulai dari sini

WOW WOW

Shoujotachi yo
Nani mo akirameru na
Kanashii koto nanka subete sutete
- Hei, gadis-gadis
- Jangan menyerah terhadap apapun
- Buanglah semua kesedihanmu

Zenryoku de
Zenryoku de
Hashirunda
- Dengan segenap kekuatanmu
- Dengan segenap kekuatanmu
- Berlarilah

Maaf jika ada kekurangan dan kesalahan. Kritik dan saran sangat dibutuhkan! Harap meninggalkan komentar ya!! Arigatou sudah berkunjung! ^^

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    surat

    Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

    tidak mau menjadi kuat

    Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

    kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

    Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...