Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Galeri Detective Conan #1

Konban wa minna-san. Ogenki desu ka. Di malam hari dengan rembulan yang bersinar cerah inii #apasih, Mii-chan mau ngepost foto tokoh-tokoh di Detective Conan part 1 ^^ Kore o chekku, minna-san!


Ini adalah episode di mana pesepak bola favorit Shinichi, Ray Curtis ternyata adalah pelaku dari kasus pembunuhan. Di sini Shinichi sakit hati lhoo.. xD (fanpop.com)


Ini episode saat Detektif Cilik nonton film Kamen Yaiba di bioskop yang niatnya mau dihancurin. Dan mereka nonton Kamen Yaiba niatnya selama 6 jam!! *0* Dan di sinilah Ayumi dan Ai sampai ketiduran xD Hahaha, cciye aja deh buat Cona ^w^ (1080panimewallpapers.com)

Hahaha, ekspresi Inspektur Megure -_-v Ini episode ketika Ran lagi main drama di sekolahnya, terus yang jadi pangerannya itu harusnya Dr. Araide, tetapi ternyata.. xD Dan kasus di sini dipecahkan oleh Shinichi! ^^ (site.gilanifoundation.com)

Wkwkwk, di sini kesannya Genta nggak sopan ya?? xD Mii-chan langsung ngakak xD (youwebsite.web.id)

Mukanya Conan (-0-) (fanpop.com)

Wahahaha, Shinichi iseng ya sama Ran -_- (fanpop.com)

Ini yang pas Ai kabur dari sekapan BO dan ke tempat Shinichi, dan akhirnya di temukan Profesor Agasa di tengah hujan..

Ini episode dimana Conan menemukan apa yang disembunyikan Akemi di rumah siapa gitu, Mii-chan lupa --" Isinya ternyata ucapan-ucapan lembut dari Ibunya buat Shiho / Sherry / Ai :') (fanpop.com)

Kakaknya Mitsuhiko. Malah kesenengan pas Conan bilang Mitsuhiko hilang. Dia bilang, "Wah, seperti di drama saja!" --" Adenya ilang malah seneng (detectiveconan.wikia.com)

Ini cover episode di mana ada kasus Conan, Professor Agasa, Genta, dan Mitsuhiko hilang. Lalu, Ai masuk ke dalam menara untuk mencari tahu dan menyuruh Ai menunggu. Ayumi pun menghitung sampai 300 dan akhirnya dia sendirian. Bagaimanakah keadaan Ayumi?? Hehe, malah ngasih sinopsis -_- (blog.zing.vn)

Wkwkwk.. Ai lumayan serem dari samping, tapi Ayumi nggak kalah serem + aneh.. xD (i.ntere.st)


Aaah, Shinichi imut-imut yachh!! Tottemo kawaii~! (bahrudin-group.blogspot.com)

Daaan ternyata sosok yang seolah ingin membunuh Conan di volume 6 adalah ... ??? Kudo Yusaku menjahili Conan, bersama Yukiko dan Professor Agasa -_- (theblackorganization.forumotion.com)

Hahahaha, ini Eri dan Kogoro waktu masih sekolah. Perbedaannya jauh banget yak. Satu rajin satu berandalan xD (detectiveconan.wikia.com)

Dan ini episode di mana Eri dimanfaatkan oleh salon tersebut. Di episode ini, rencananya Kogoro mau menjemput Eri lhoo.. Hehe, tapi tetap aja adu mulut -_- (www.detectiveconanworld.com)

Nahh, 15 dulu ya minna-san! Part 2nya akan dipublish kapan-kapan ya ^^ Semoga suka dan bermanfaat. Tinggalkan jejaknya ya!! Jaa ne!!

Komentar

  1. ADUH SIALAN... NI SI DOEL ANAK BETAWI ASLI!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehh?? Tampaknya ini masuk OOT (Out of Topic) ya, Doel ^-^ Tapi, terima kasih ya sudah datang dan mengomentari postingan ini ^^)/

      Hapus
  2. 青子「ネクストコナンズヒント!」
    コナン「形見!」
    コナン「次回はお宝発見されて!」
    青子「発見されたコナン君に馬鹿らしいわ」
    コナン「馬鹿らしいって?」

    BalasHapus
    Balasan
    1. ごめんなさいけど、でも正直はみいちゃんは日本語に流暢に話すことはできません。だから、あなたの言葉が少しわかりますだけです。あなたの上記の言葉は、コナンを好きを示すかどうか?また、はみいちゃんは日本語に流暢に話すことはできません。だから、ごめんなさい!

      Hapus
  3. Ka foto yg salon itu dari edisi 59 file 2 ya? aku punya bukunya lo! ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...