Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Belajar Bahasa Jepang Bersama Miyoko Chan #1 - Perkenalan

Kon'nichiwa minna!!! 
Ogenki desu ka? 

Waah, Miichan sudah balik nih ^w^ 
Kali ini, Miichan mau ngepost tentang "Perkenalan Dalam Bahasa Jepang". Sebenarnya ini adalah bahan Miichan buat ngurus ekskul Study Club / ekskul bahasa jurusan Jepang di sekolah Miichan. Ya, sekalian saja Miichan berbagi ilmu buat minna ^^

-Jiko Shoukai / Perkenalan Diri-

Diawali dengan kata Hajimemashite’ / ‘はじめまして’ lalu menyebutkan nama dan diakhiri dengan salam penutup dan ojigi. Seperti inilah kira-kira contohnya :

  • Hajimemashite  / はじめまして
    'Salam kenal’ 
    Selalu disebutkan di awal.
  • Watashi wa Miichan desu / 私はみいちゃんです
    ‘Saya adalah Miichan’
    1. Watashi / 私
    Sebagai kata ganti orang pertama.
    Umumnya digunakan 'watashi', tapi lebih lengkapnya lihat di simi
    2. Mii-chan /みいちゃん
    Sebuah nama yang menjadi subjek yang memperkenalkan diri
    3. Desu / です
    Desu dibaca ‘des’. Tidak memiliki arti, tetapi sangat besar pengaruhnya pada percakapan sehari-hari, seperti menandakan kesopanan dan sebagainya. Untuk lebih lanjutnya akan dipelajari nanti.

  • Yoroshiku onegai shimasu / よろしくお願いします
    ‘Senang berkenalan denganmu’
    Disebutkan sebagai penutup.

  • Ojigi / お辞儀
    Ini bukan ucapan, melainkan adalah hormat ala Jepang dengan cara menundukkan badan.
Maka jika kita gabungkan: “Hajimemashite, watashi wa Mii-chan desu. Yoroshiku onegai shimasu,” dan dijawab, "Yoroshiku onegai shimasu"


Pada perkenalan nama dan salam penutup, ada pula bentuk yang lebih informal seperti :
  • Miichan desu / (saya) Miichan みいちゃんです
  • Dozo yoroshiku / Salam kenal どぞよろしく
  • Yoroshiku / Salam kenal よろしく
Selain contoh di atas, bisa juga kita tambahkan informasi lain. Seperti nama panggilan (jika kalian menyebutkan ... desu dengan nama lengkap), asal, umur, tempat tinggal, kesukaan, dll.. Berikut kira-kira bentuk kalimat dari informasi tambahannya :
  • ...kara kimashita / 。。。から着ました
Aku berasal dari ... (asal negara)
Contoh : Aku berasal dari Indonesia / Indoneshia kara kimashita / インドネシアから来ました
  • ...-sai desu / 。。。才です
Umurku ... tahun
Contoh : Umurku 11 tahun / 11-sai desu / 11才です
  • ... ni sunde imasu / 。。。にすんでいます
Aku tinggal di ...
Contoh : Aku tinggal di Taman Kota / Taman Kota ni sunde imasu / タマンコタにすんでいます
  • ... de gakkouniiku desu / 。。。で学校に行くです
Aku bersekolah di ...
Contoh : Aku bersekolah di SMP 1 Bekasi / Bekasi no 1 no chuugakkou de gakkouniiku desu / ベカシの1の中学校で学校に行くです
  • ... o yamu koto desu / お読むことです
Hobiku adalah ...
Contoh : Hobiku adalah membaca komik / shumi wa manga o yomu koto desu / 趣味は漫画を読むことです
  • ... ga daisuki, mo ... ga daisuki desu / 。。。が大好き、も。。。が大好きです
Aku suka ... dan juga ...
Contoh : Aku suka Detektif Conan dan juga AKB48 / Meitanteikonan ga daisuki, mo AKB48 ga daisuki desu / 私は名探偵コナンがだいすき、もAKB48が大好きです

  • dan sebagainya

Tinggal digabungkan saja ya. Jika ada yang ingin ditanya, silakan melalui kolom komentar. Mohon koreksi jika ada kesalahan karena Miichan juga masih pemula. Semoga bermanfaat! (^  ^)

Komentar

  1. Arigatou. Ini ngebantu gue banget. ^^

    BalasHapus
  2. Ini membantu saya, terima kasih :)

    BalasHapus
  3. Wihhh,, bagus banget untuk belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...