Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

SNSD Everyday Love (Romaji + Terjemahan)


Everyday Love
[Yoona]
Forever
- Selamanya

[Seohyun]
Anata kara call my name
Kikikaesu what did you say?
Kikoenai furi mata kikitakute
- Kau memanggil namaku
- "Apa yang kau bilang?" Kutanya
- Aku pura-pura tidak dengar karena ingin mendengar suaramu lagi

[Jessica]
Mimi mo toku suguru
Kaze ga tsurete kuru
Monogatari no hajimari hajimari
- Angin yang membawaku
- Kepada permulaan kisah kami
- Menggelitik telingaku

[Yoona] Anata no egao egao egao
[Sunny] Anata no koe koe koe
[Sooyoung] Saki hokoru hana no you ni
[Tiffany] Everyday you're in my heart
- Senyuman, senyuman, senyuman milikmu
- Suara, suara, suara milikmu
- Seperti bunga yang mekar sempurna
- Setiap hari kau ada dalam hatiku

Monday yume o kikasete
Tuesday motto chikaku de
[Taeyeon] The Wednesday shiranai anata o shiritai
Thursday hoshi ni negai o
Friday yume o misasete
[Seohyun] Tomedonai omoi ga furu yoru
To you everyday love
- Senin, aku mendengar impianmu
- Selasa, aku menjadi lebih dekat denganmuu
- Rabu, aku ingin mengetahuimu lebih jauh
- Kamis, aku berharap pada bintang
- Jumat, aku menjadikanmu impianku
- Malam ini dihujani perasaan tak terhenti
- Setiap hari cinta adalah untukmu

[Sooyoung]
Nee stay by my side
Yakusoku nante iranai
- Hei, tetaplah di sisiku
- Tanpa perlu berjanji

[Yuri]
Itsumo no you ni forever
Sora o miage together
(Together forever forever)
- Tetaplah seperti ini untuk selamanya
- Mari melihat langit bersama-sama
- (Bersama-sama selamanya, selamanya)

[Hyoyeon/Sunny] Monday, Tuesday ame moyou
[Hyoyeon/Sunny] Wednesday, Thursday furitsuzui te mo
[Hyoyeon] Friday, Saturday, Sunday
[Yoona] Kumo no kirema kara sunshine
- Senin, Selasa, tampaknya akan hujan
- Rabu, Kamis, meskipun terus berlanjut
- Jumat, Sabtu, Minggu
- Sinar matahari pun muncul membelah awan

[Taeyeon] Anata no sekai sekai sekai
[Yuri] Anata no mirai mirai mirai
[Jessica] Hibiki au melody no you ni
[Seohyun] Everyday you’re in my heart
- Dunia, dunia, dunia milikmu
- Masa depan, masa depan, masa depan milikmu
- Seperti sebuah melodi yang bergema
- Setiap hari kau ada dalam hatiku

Monday yume o sakasete
Tuesday motto ookiku
[Tiffany] The Wednesday yamanai ame nanka nai ja nai
Thursday tsuki ni utau you ni
Friday yume o kanade te
[Sunny] Tsuranaru omoi ga furu yoru
To you everyday love
- Senin, memekarkan mimpi
- Selasa, kian membesar
- Rabu, bukan berarti hal seperti hujan tanpa henti itu tidak ada
- Kamis, bagaikan bernyanyi kepada bulan
- Jumat, memainkan mimpi 
- Malam ini dihujani perasaan yang terus berlanjut
- Setiap hari cinta adalah untukmu

[Seohyun] Hakanakute setsunai ne
[Yuri] It’s a little twinkle star
[Jessica] Your wish isn’t that far
- Fana dan menyakitkan, bukan?
- Di sana bintang kecil yang berbinar
- Mimpimu tidak sejauh itu

[Sooyoung]
Ai o komete
Monday, Tuesday I’ll be there
Wednesday, Thursday loving you more
- Dengan cinta
- Senin, Selasa, aku akan ada di sini
- Rabu, Kamis, aku semakin mencintaimu

[Yoona]
Friday, Saturday, Sunday
Oshiminai ai no kanata e
- Jumat, Sabtu, Minggu
- Menuju cinta tanpa syarat di kejauhan

[Hyoyeon]
Everyday everyday love
Everyday everyday love
- Setiap hari, setiap hari cinta
- Setiap hari, setiap hari cinta

Monday yume o kikasete
Tuesday motto chikaku de
[Jessica] The Wednesday shiranai anata o shiritai
Thursday hoshi ni negai o
Friday yume o misasete
[Taeyeon] Tomedonai omoi ga furu yoru
To you everyday love
- Senin, aku mendengar impianmu
- Selasa, aku menjadi lebih dekat denganmuu
- Rabu, aku ingin mengetahuimu lebih jauh
- Kamis, aku berharap pada bintang
- Jumat, aku menjadikanmu impianku
- Malam ini dihujani perasaan tak terhenti
- Setiap hari cinta adalah untukmu

[Sooyoung]

Everyday everyday love
- Setiap hari, setiap hari cinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...