Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

LiSA Shirushi (Romaji + Terjemahan)

 source


SHIRUSHI
Pertanda

Machi akari terashita
Nigiyaka na waraigoe to 
Rodjiura no ashiato 
- Lampu kota bersinar terang 
- Dan gelak tawa begitu meriah
- Tampak jejak kaki di sebuah lorong kecil

Tsutaetai omoi wa
Dore dake todoitandarou
Itsumo furimuite tashikameru 
- Perasaan yang ingin kusampaikan 
- Berapa banyak yang sudah sampai?
- Aku selalu berbalik untuk memastikannya

Itsu datte mayowazu kimi wa kitto
Don'na boku mo oikakete kurerukara
- Karena bagaimana pun juga, pasti
- Kau akan mengejarku tanpa ragu-ragu

Jitto mitsumeta kimi no hitomi ni
Utsutta boku ga ikita shirushi
Nando mo togire sou na
Kodou tsuyoku tsuyoku narashita 
Kyou o koete mitainda 
- Aku menatap matamu begitu dalam
- Pantulan diriku di sana adalah pertanda aku masih hidup
- (Jantungku) yang sebentar lagi berhenti
- Denyutnya yang berulang terdengar begitu kuat
- Aku ingin melihat bagaimana hari ini berlalu

Te ni shita shiawase o
Ushinau koto o osorete
Tachidomatte iru yori 
- Kebahagiaan yang telah berada di tanganku
- Aku takut kehilangan hal itu
- Tapi daripada aku menyerah..

Hitotsu hitotsu ookina
Dekiru dake ooku no
Egao sakaseyou to takuramu
- Perlahan-lahan semakin lebar
- Selebar yang aku bisa
- (Ya,) aku memilih untuk mengembangkan senyuman

Omoidasu bokura no toorisugita hibi ga
Itsumo kagayaite mieru you ni 
- Aku teringat hari-hari yang kita lalu bersama
- Selalu tampak bersinar

Gyutto nigitta kimi no nukumori de
Kanjita bokura tsunaida akashi 
Kimi to ima onaji hayasa de 
Ano hi egaita mirai o aruite iru 
- Aku mendekap kehangatanmu begitu erat
- Merasa bahwa itulah pertanda kita terhubung
- Kini, dengan kecepatan yang sama denganmu
- Aku berjalan melalui masa depan yang kita bayangkan hari itu

Ikutsu negai kanaete mo
Kimi to sugoshitai
Atarashii asu o sugu ni 
- Seberapa banyak pun harapanku terwujud
- Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu
- Sesegera mungkin di hari esok yang baru

Tsugitsugi ni boku wa
Kitto mata negatte shimau kara 
- Karena aku pasti berharap
- Lagi dan lagi

Nagareteku toki wa youshanaku
Itsuka bokura o saratteku kara
Mabataki shita isshun no suki ni
Kimi no miseru subete o miotosanai you ni
- Waktu mengalir tanpa ampun
- Karena suatu hari dia akan merenggut kebersamaan kita
- Tidak akan kubiarkan lewat begitu saja semua hal yang kau tunjukkan
- Dalam kesempatan yang terasa sekejap mata

Jitto mitsumeta kimi no hitomi ni 
Utsutta boku ga ikita shirushi
Nando mo togire sou na kodou 
Tsuyoku tsuyoku narashita 
Kyou o koete 
- Aku menatap matamu begitu dalam
- Pantulan diriku di sana adalah pertanda aku masih hidup
- (Jantungku) yang sebentar lagi berhenti
- Denyutnya yang berulang terdengar begitu kuat
- Melalui hari ini

Ikenakute mo
Kimi to ikita kyou o
Boku wa wasurenai
- Meskipun aku tak bisa lagi hidup
- Hari ini yang kulalui bersamamu
- Tidak akan aku lupakan

Sumber versi romaji
Diterjemahkan oleh Miichan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...