Langsung ke konten utama

kok

[Papercraft] Kawaii Norwegian Forest Cat by Miichan

Minna, konnichi wa~

Mohon maaf hari ini Miichan baru post, karena hari ini sudah mulai sekolah kembali. Dan ... harusnya Miichan bisa on dari siang tadi, tapi karena Miichan terlalu capek setelah aktivitas sekolah, makanya Miichan baru muncul sekarang >.<

Dan Miichan mau berbagi karya Miichan. Dan kali ini, Miichan membuat papercraft. Apa itu papercraft? Ya, papercraft adalah karya dari kertas yang dibentuk-bentuk sesuai pola menjadi suatu bentuk. Mungkin terkesan mirip origami, tetapi bedanya, papercraft telah memiliki pola dan warna yang mendetail. Dan hasilnya pun lebih mirip dengan aslinya daripada origami.

Berikut adalah hasil karya papercraft ke dua Miichan. Yang pertama, Miichan pernah membuat paper craft "Hatsune Miku Chibi ver.", tetapi belum sempat Miichan post.


Miichan membuat 'Kawaii Neko' ini dalam total waktu 3,5 jam. Dimulai dari pemotongan tiap-tiap bagian tubuh sang kucing, kemudian pembentukan bagian dan penyatuan tiap bagian menjadi satu kesatuan. Dan menurut Miichan .. Yah, ini masih abal dan tidak begitu rapi karena masih ada beberapa bagian yang harusnya lebih rekat. Karenanya, Miichan mohon maaf hanya jadi seperti ini :3

Bagi yang ingin mencoba membuatnya, dapat melihat dan mendownload polanya di sini. Sedangkan untuk tahap pembuatannya ada di sini.

Jya mata nee~

Komentar

  1. Miichan, ini keren banget!Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benarkah?
      Apa Aisha tertarik untuk mencobanya juga? ^^

      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar ya ^^

      Hapus
  2. Kren anedh miichan.. aq jg mo bwt ah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...