Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

My Secret by Mizuno Saaya (Lirik + Terjemahan)

Akhir-akhir ini, Miichan sering nonton anime Kaichou wa Maid-sama! dan Miichan suka dengan lagu openingnya. Karena itulah Miichan post liriknya di sini. Lagunya ini bagus, nadanya juga enak didengar. Menceritakan tentang seseorang yang memendam rahasianya sendirian. Langsung saja ya! ^^


MY SECRET
Rahasiaku

Dou ka? 
Please..
Can you keep my secret?
- Bagaimana?
- Tolong..
- Bisa tidak kamu jaga rahasiaku?

Kirakira to kagayaku MIRAA
Watashi wa don'na fuu ni utsutte iru no? 
- Cermin itu berkilau dan bersinar
- Gimana caraku supaya bisa seperti itu?

Hora hora to te maneku mirai
Watashi wa don'na koto ga okoru no? 
- Lihat, lihat, tangan itu akan memimpin masa depan
- Sedangkan aku, apa yang akan terjadi pada diriku?

Me ni miete iru mono ga subete dewa nai kara
- Karena tidak semua hal bisa dilihat oleh mata sendiri

Mugamuchuu de that's alright
Mayowanai de I wanna try 
Jibun no kimochi ni massugu de itai 
- Dipenuhi semangat itu bukan masalah
- Kucoba menghindari rasa bimbang
- Meski perasaanku sendiri seketika terluka

Dakedo hitotsu ya futatsu kurai
Dare ni mo baretakunai naisho tte aru mono dakara
Mune ga chotto itamu my secret 
- Tapi ada satu atau dua rahasia
- Yang tidak ingin kubocorkan pada siapapun
- Rahasiaku yang agak menyakiti hati

Arekore to fukuramu negai
Watashi wa don'na michi o aruite yuku no? 
- Untuk mengembangkan mimpi yang ini dan itu
- Jalan mana yang baiknya aku lalui?

Iroiro to kikasete nee guys
Anata wa don'na asu o egaku no? 
- Hei, guys, beri tahu aku banyak hal
- Hari esok seperti apa yang akan kalian buat?

Te no todokanai yume wa nani hitotsu nai kara! 
- Karena tidak ada satu pun mimpi yang tidak bisa diraih

Anchuumosaku de that's alright
Nayandatte don' t wanna cry
Jibun no kimochi o shinjitsudzuketai
- Bertindak walau tidak tahu apa-apa itu bukan masalah
- Aku tidak ingin menangis sekalipun kesulitan
- Aku hanya ingin terus mempercayai perasaanku sendiri

Dakedo hitorikiri de wa tsurai
Fuan de kakaekirenai yowane o koboshita ano hi
Mune ni chotto nokoru my regret
- Tetapi kesendirian itu menyakitkan
- Saat itu rasa cemas tidak bisa kuhadapi, keluh kesah pun tumpah
- Penyesalanku sedikit tersisa dalam hati

Mugamuchuu de that's alright
Mayowanai de I wanna try 
Jibun no kimochi ni massugu de itai
- Dipenuhi semangat itu bukan masalah
- Kucoba menghindari rasa bimbang
- Meski perasaanku sendiri seketika terluka

Itsuka daiji na hito ni kurai
Dareni mo hanashitenai naisho o uchiakeru kara 
Mune ni sotto himeta my secret
- Tapi suatu hari akan aku kuak kisah hidupku yang kelam
- Kepada seseorang yang penting
- Rahasiaku kusembunyikan dengan lembut dalam hati

Informasi :
Dinyanyikan oleh Mizuno Saaya
Lirik lagu oleh Harukazu Aya
Versi Indonesia diterjemahkan oleh Miichan sendiri

Sekian, semoga bermanfaat dan suka ya!
Tinggalkan jejak berupa komentar/saran/kritik!
Maaf kalau ada yang salah, terima kasih sudah berkunjung!

Komentar

  1. Balasan
    1. Douitashimashite :) Terima kasih sudah berkunjung, datang lagi ya! ^^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Benarkah? Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar ^^

      Hapus
  3. Alifia Mustika Sari30 November 2014 pukul 11.02

    Arigattoo.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali atas kunjungan dan komentarnya ^^

      Hapus
  4. Sama, suka Kaichou wa Maid Sama/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya mengetahui itu :D Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...