Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Tips dan Trik Membuat Blog Kita Ramai

Konban wa.. Pada kesempatan kali ini, Miichan ingin menyampaikan tips dan trik agar blog kita menjadi ramai :) Tentu saja dong, jika kita membuat blog dan menulis sebuah artikel, tentu saja kita ingin ada yang mengomentari atau sekiranya terlihat di statistik kita ada yang membacanya. Maka dari itu, Miichan harap tips dan trik di bawah ini dapat bermanfaat ;)

Pertama-tama, rajin-rajinlah membuat postingan. Tentu saja, jika ada pengunjung yang datang akan merasa senang melihat ada yang baru di blog kita. Pasti sang pengunjung akan merasa bosan kalau misalnya mengikuti sebuah blog, tetapi postingannya itu-itu saja. Lama-lama pengunjung tersebut akan meninggalkan blog kita kalau seperti itu caranya :O Walaupun tidak bisa setiap hari, usahakanlah sesering mungkin! Dan usahakanlah juga, membuat postingan yang menarik!

Kemudian, usahakan tulisan kita adalah tulisan original. Miichan sendiri memang tidak selalu menulis ulang, ada beberapa yang langsung dicopypaste. Tetapi usahakanlah :) Dan terlebih, jangan lupakan menyertakan sumber karena menurut Miichan, itu termasuk hal yang penting juga!

Jangan lupa juga, daftarkan blog ke google! Tentu saja, agar blog kita dapat tercari di mesin pencari mbah Google. Setelah itu, usahakan judul blog membuat orang-orang tertarik! Saat mencari sesuatu, otomatis orang akan menentukannya melalui judul blog tersebut. Jangan sampai membuat judul blog yang membuat orang lain tidak tertarik!

Manfaatkanlah media sosial yang kita punya. Rajin-rajinlah promosi. Kita juga bisa kok, pergi ke blog yang memiliki rating yang tinggi, kemudian kita komentar di sana sambil mempromosikan blog kita. Tapi ingat, jangan spam! Karena bisa saja promosi kita malah dihapus oleh sang empunya blog tempat kita berpromosi.

Dan yang terakhir serta terpenting, bersabar dan terus berusaha!! Karena biasanya dan selalu, setelah usaha keras dan bersabar, pasti nanti akan ada hasilnya ;)

Sekian, semoga bermanfaat ya! ^^

Komentar

  1. gimana caranya nge-daftarin ke Google? Miichan, entri-entri kamu semuanya menarik dan bagus! bagus bangeeett! *aku lebay ya? #plakk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat dilihat di sini, ya, iCHA Chan ^^
      http://miyoko-san.blogspot.com/2014/07/cara-mendaftarkan-blog-ke-mesin-pencari.html

      Atau jika tidak bisa dicopypaste, cari saja di entri Juli 2014 dan gunakan CTRL+F dengan kata kunci "mesin pencari Google" ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...