Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Belajar Bahasa Jepang Bersama Miyoko Chan - Kata Ganti Orang ke 2

Konban wa minnasan. Miichan kan pernah bahas Kata Ganti Orang ke 1 Dalam Bahasa Jepang, sekarang kita bahas kata ganti orang ke-2. Semoga bermanfaat!

Urutan sesuai tingkat keformalannya antara lain :

  1. Anata (sopan)
  2. Kimi (informal)
  3. Anta (tidak hormat)
  4. Omae (agak kasar)
  5. Temme / Kisama (sangat menghina)
  6. Onore (mengutuk lawan bicara)
Kita bahas satu-satu yaa~

Anata / 貴方 / あなた Kata ganti ini adalah kata yang derajatnya paling sopan. Memiliki kanji, tetapi hiragananya lebih sering digunakan. Dalam Indonesianya setara dengan kata 'Anda'. Anata bisa digunakan untuk kegiatan formal karena sopan, tetapi cukup sering juga digunakan dalam keseharian.

Sedangkan Kimi / 君 Kata ganti ini derajatnya di bawah anata, sering digunakan di keseharian tapi mungkin tidak dapat digunakan dalam kegiatan formal. Bisa digunakan dengan teman atau seseorang yang lebih muda dengan kita. Dalam Indonesia, setara dengan 'kamu'. Kata kimi ini tidak memiliki huruf hiragana, selalu ditulis dengan kanji.

Anta / あんた Kata ganti ini digunakan pada rekan akrab kita. Atau juga kepada seseorang yang derajatnya lebih tinggi dari kita tapi tak ingin kita hormati :D Kata ganti anta ini tidak memiliki kanji.

Omae / お前 / お前 Kata ganti yang ini ada di bawah kimi. Umumnya digunakan dalam pergaulan dimana kita tidak usah menghormati orang-orang sebagai lawan bicara kita. Penggunaannya mirip kata "lu" dalam "gue-lu" di Indonesia.

Temme / てっめ Kata ganti ini termasuk kata ganti yang bersifat menghina atau merendahkan lawan bicara. Umumnya digunakan dalam dunia berandalan. Tidak memiliki kanji. Dan yang derajatnya sama dengan temme adalah Kisama / 貴様 / きさま Ini juga bersifat menghina dan merendahkan lawan bicara. Bisa digunakan kepada orang yang sangat kamu benci, sehingga ia berkelahi dengannya sekarang juga :D

Dan yang terakhir adalah onore / 己 / おのれ Kata ganti yang ini sangat sangat sangaat kasar! Ini hanya digunakan untuk mengutuk dan menghina orang lain. Kaa ganti yang ini sangat jarang digunakan.

** ^^ **

Hanya segini yang Miichan punya dan tahu, semoga bermanfaat ya! Gomen ne, jika ada kekurangan. Kritik dan sarannya ditunggu di kolom komentar. Arigatou gozaimasu sudah berkunjung!! ^w^

Komentar

  1. wah, arigatou miyoko-san, sekarang saya jadi banyak tau deh tentang variasi kata ganti orang pertama^^ jadi nggak terus pake anata dan watashi terus deh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...