Langsung ke konten utama

kok

Jadilah Blogger Sejati!

Blogger atau seseorang yang memiliki dan mengelola blog seperti Miichan, belum tentu merupakan blogger sejati. Apakah itu blogger sejati? Bagaimana cara menjadi blogger sejati? Ayo kita membaca tulisan berikut! ^^


  • Berani Menulis
Tak jarang, masih ada blogger yang takut menulis. Takut apa? Mungkin takut dikritik oleh pembaca, atau takut bacaannya kurang menarik, dan masih banyak lagi! Tapi untuk apa kita takut? Selama tulisan kita benar, ayo kita menulis! Mari kita membagikan apa yang kita tahu. Bagikan apa? Apa saja, selama itu masih dapat diambil manfaatnya. Mau tulis pengalaman kita? Bisa saja. Jangan takut dikritik pembaca, anggap itu adalah sebuah ucapan untuk membangun kita! Tulis yang kita tahu, yang pernah kita baca, yang kita alami. Mari menulis, menulis, dan menulis!
  • Takut untuk Mengcopypaste
Dan.. masih banyak juga blogger yang mengandalkan tekhnik copypaste. Mungkin Miichan juga masih sering. Tapi.. Sebenarnya pada dasarnya copypaste itu sah-sah saja. Apa salah kita menyebarkan apa yang kita tahu? Tapi, tentu saja ada aturan-aturannya. Misalnya, mencantumkan sumber, menulis ulang bacaan dengan gaya kita, dan masih banyak lagi. Dan seminimal-minimalnyalah, jika kita sudah mencopypaste tulisan tersebut, sertakanlah sumber sebagai bentuk menghargai. Akan lebih baik lagi kalau kita juga merasakan bagaimana lelahnya menulis artikel tersebut dengan menulisnya ulang dengan gaya bahasa kita :)
  • Bertekad Memberi Manfaat Pada Orang Lain
Dan.. Inilah yang terpenting dari ke tiga syarat menjadi blogger sejati! Untuk apa kita menjadi blogger kalau membuat konten yang tidak bermanfaat sama sekali atau merusak? Untuk contoh, bisa ditebak sendiri. Semua hal itu tentu berasal dari niat dan tekad. Kalau kita punya tekad, tentu saja akan ada jalan dan hasilnya. Dari artikel sederhana, misalnya artikel tentang kue-kue, sebenarnya itu sudah bisa memberi manfaat. Artikel yang bermanfaat juga tidak harus info-info baku. Menghibur orang dengan artikel lucu juga bisa bermanfaat lhoo :DD

Intinya, menjadi blogger sejati itu tidak sekedar nulis-nulis, udah jadilah blogger sejati. Nggak bisa begitu dong! Menjadi blogger sejati tentu saja butuh tekad dan usaha keras ^^

Syarat di atas masih belum lengkap, ada yang mau menambahkan? ^^ Semoga bermanfaat, terima kasih ya sudah berkunjung! Mari kita menjadi blogger yang baik dan terus menjadi lebih baik! ^^

Komentar

  1. Terima kasih kembali atas kunjungan dan komentarnya :)

    BalasHapus
  2. Artikel anda sangat membantu saya dalam memperbagus blog saya terimakasih banyak gan semoga agan diberikan kesuksesan selalu amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang sekali bisa membantu Anda :) Terima kasih kembali, aamiin (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...