Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Apa Itu Digimon?

Selamat sore semua!! ^^ Miichan kembali membawa postingan tentang anime.

Di bawah ini, Miichan akan memberikan informasi tentang sebuah anime, yaitu Digimon. Semoga bermanfaat ya :)

Digimon adalah sebuah anime yang merupakan singkatan dari Digital Monster. Diciptakan oleh Akiyoshi Hongo.

Digimon adalah makhluk hidup semacam program kecerdasan buatan yang tersusun atas kumpulan data digital. Mereka memiliki berbagai macam jenis dan bentuk dan memiliki jurus-jurus serangan serta kemampuan berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka hidup di dunia Digital, sebuah dunia paralel yang tercipta dari sistem jaring teknologi komunikasi dan informasi manusia di Bumi.

Digimon mirip dengan Pokemon karena konsep yang hampir sama. Di mana ke dua anime ini muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. Karena didahului oleh Pokemon, sehingga keterkenalan Digimon tidak pernah lebih atau setara dengan Digimon. Fans Digimon dan Pokemon pun sering berdebat dalam waktu yang cukup lama.

Digimon dirilis pertama kali oleh Perusahaan Bandai pada 26 Juni 1997. Karena kesuksesannya, maka Digimon generasi ke dua dan seterusnya pun menyusul untuk dirilis.

Konsep Digimon
Digimon menetas dari telur yang dinamakan Digitama atau Digi-eggs. Mereka mampu berevolusi dengan merubah bentuk dan menambah kekuatan mereka. Evolusi mereka dari yang paling rendah sampai tertinggi, yaitu :

  • Baby I
  • Baby II
  • Child
  • Adult
  • Perfect
  • Ultimate
Dan terdapat pula level khusus seperti armor dan hybrid. Tetapi, setelah berevolusi, kebanyakan dari mereka akan kembali ke bentuk semula karena kekurangan tenaga. Beberapa Digimon bersikap seperti monster liar, tetapi mereka cerdas dan mampu berkomunikasi bersama manusia dengan baik.

Digimon yang mati dapat terlahir kembali, karena mereka tercipta dari data yang tersusun ulang. Digimon yang mati, maka datanya akan menjadi Digitama yang baru. Beberapa dari Digitama yang berasal dari Digimon yang mati masih memiliki memori dari kehidupan sebelumnya. Digimon akan benar-benar lenyap dan hilang jika data mereka dihilangkan.

Saat ini, Digimon telah sampai pada generasi ke 7, dimana urutannya :

  • Digimon Adventure
  • Digimon Adventure 02
  • Digimon Tamers
  • Digimon Frontier
  • Digimon Savers
  • Digimon Xros Wars
  • Digimon Xros Wars : The Young Hunters Who Leapt Through Time
Digimon juga memiliki manga dengan cerita baru yang tidak ada hubungannya dengan anime. Manga-manga tersebut terdiri dari :
  • C'mon Digimon
  • Digimon Adventure V-Tamer 01
  • Digimon Chronicle
  • Digimon D-Cyber (Manhua)
  • Digimon Next
  • Digimon Xros Wars
Di beberapa negara, ada yang menerbitkan manga Digimon edisi masing-masing. Di Indonesia sendiri, manga Digimon pernah diterbitkan oleh M&C dan Komik Warna.

Untuk seri Digimon yang paling banyak digemari, mungkin untuk saat ini, yang paling terkenal adalah Digimon Adventure dan Digimon Xros Wars.


Sekian, semoga ini bermanfaat :) Mungkin kalian ada tambahan informasi tentang Digimon? Share di kolom komentar ya. Tinggalkan jejak, terima kasih :)

Source : www.id.wikipedia.org/wiki/Digimon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...