Langsung ke konten utama

kok

[AKB0048 - No Name] Yume wa Nando mo Umarekawaru (Romaji + Terjemahan)

Konnichiwa minna~

Ffuh~ Kebetulan aku lagi punya waktu luang dan kebetulan lagi kemarin dibagi temen lagu ini ^^ Aku mau ngeshare lyricsnya. Source dari sini. Tapi untuk translate Indonesia aku yang urus sendiri ^^

Oke sip, hari di Bekasi sekarang panas *curhat*, jadi biar kerasa lebih sejuk aku mau langsung nunjukin aja liriknya.. *ganyambung* Check this out!!


Yume wa Nando mo Umarekawaru
~mimpi itu terus menerus terlahir kembali~


Yoru no sora kagayaku hoshi wa
Nanokukounen no kanata
Tatoe fukai zetsubou ga
Mugen no yami to natte mo
- Bintang yang bersinar di langit malam
- Terletak di kejauhan milyaran tahun cahaya
- Sekalipun keputusasaan yang mendalam
- Menimbulkan kegelapan tanpa batas

Shinjitsu wa tsutawarunda
Jikan no kawa ni takushita
Sono hikari no MESSEEJI
Uketoru mono wa dare dai?
- Kebenaran akan berkelana  melalui sungai waktu
- Siapakah yang akan menerima surat cahaya itu?

Hito wa umarete hito wa shinde yuku
Nikutai wa horobiru yo
Hai no naka kara yomigaeru mono wa
Jounetsu tsugi no sedai e
- Orang-orang lahir dan wafat
- Tubuh pun akan hancur
- Sesuatu yang terlahir kembali dari abu
- Adalah sebuah semangat untuk generasi selanjutnya

Yume wa reincarnation
Nando demo DEJA BYU no you na tooi kioku
Maru de reincarnation
Ima mo mata muishiki no uchi ni
Dokoka e hashitteru
- Impian itu bereinkarnasi
- Kenangan lama menjadi deja vu yang berulang-ulang
- Seperti bereinkarnasi
- Saat ini, lagi-lagi tanpa kusadari
- Aku berlari ke suatu tempat

Ikutsume no namida de akirameru no ka?
Ikutsume no inochi de kanau mono na no ka?
- Apakah beberapa tetes air mata mampu membuatku menyerah?
- Apakah beberapa pengalaman hidup mampu mengabulkan mimpi?

Eien no sono wa no naka ni
Senjintachi no michi ga aru
Hiroi uchuu no dokoka ni
Wadachi ga nokotteru darou
- Jalanan para pendahulu
- Terdapat di lingkaran tanpa ujung
- Jejaknya tetap tersisa
- Di suatu tempat di alam semesta yang luas

Me wo tojite omoidaseba
Natsukashii keshiki ga mieru
Watashi de wa nai watashi ga
Saigo ni miageta sora yo
- Jika menutup mata dan mencoba mengingat
- Terasa suasana yang kurindukan
- Aku yang bukan aku sesungguhnya
- Melihat langit untuk terakhir kalinya

Hito wo aishite hito ni aisarete
Ushinatta kanjou wa
Doro no naka kara mou ichido sagashite
Kono te ni torimodoshitai
- Orang-orang mencintai dan dicintai
- Sekali lagi aku mencari perasaan yang hilang
- Di dalam lumpur ini
- Lalu mengembalikannya dengan tangan sendiri

Ai wa reincarnation
Itsu no hi ka wasureta koro ni itami dasu yo
Kitto reincarnation
Meguru mono hajimete no hazu ga
Subete wo shitteiru
- Cinta itu bereinkarnasi
- Nanti aku merasakan sakit yang pernah terlupa
- Pasti bereinkarnasi
- Saat pertama kali melakukan sesuatu

- Aku telah merasa tahu semuanya

Ikutsume no wakare de senaka mukeru ka?
Ikutsume no deai de motomeau mono ka?
- Apakah perpisahan saja membuat kita berbalik?
- Apakah pertemuan saja membuat kita saling membutuhkan?

Watashi no sedai

- Inilah generasiku

Yume wa reincarnation
Nando demo DEJA BYU no you na tooi kioku
Maru de reincarnation
Ima mo mata muishiki no uchi ni
Dokoka e hashitteru
- Impian itu bereinkarnasi
- Kenangan lama menjadi deja vu yang berulang-ulang
- Seperti bereinkarnasi
- Saat ini, lagi-lagi tanpa kusadari

- Aku berlari ke suatu tempat

Ikutsume no namida de akirameru no ka?
Ikutsume no inochi de kanau mono na no ka?
- Apakah air mata saja membuatku menyerah?

- Apakah sedikit pengalaman saja mengabulkan mimpi?

***

Minna, Miichan sebenarnya masih ragu dengan terjemahan di atas, jadi jika ingin mengoreksi, terima kasih banyak (^ ^)

Terima kasih sudah berkunjung~

Komentar

  1. Sankyuu, aku suka AKB48 juga ^^ Oshiku Maeda Atsuko <3 Sayang Acchan udah keluar. Lanjutkan, sankyuu udah bikin translatean Indonesia ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Douita~ Waa, aku juga suka AKB48 dan oshiku juga Acchan! Yoroshiku, arigatou :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...