Langsung ke konten utama

tidak mau menjadi kuat

8 Tips Agar Tubuh Tidak Lemas Saat Berpuasa

Yo, all, happy fasting!

Siapa yang puasa? Semoga kuat sampai akhir ya :D Kali ini, Miichan ingin berbagi informasi agar tubuh kita tidak lemas saat berpuasa. Yah, yang namanya puasa itu kan yang pasti menahan lapar dan haus dari shubuh sampai maghrib, belum tentu kita bisa segar bugar saja kan?

Karenanya, langsung saja :D

  • Mengonsumsi serat
Saat sahur, makanlah makanan yang banyak mengandung serat. Selain memperlancar sistem pencernaan kita, serat juga membuat kita kenyang lebih lama. Serat banyak diperoleh di sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Tapi ada dua juga sayur yang nggak termasuk serat, yaitu cabe-cabean dan terong-terongan ^^)/
  • Mengonsumsi makanan berprotein
Makanan berprotein seperti ikan, ayam, dan telur juga sangat penting karena menambah energi dalam tubuh kita. Kurangnya asupan protein akan membuat tubuh cepat lemas dan lesu, lho.
  • Mengonsumsi lemak baik
Lemak baik bisa kita dapatkan dari ikan, kacang-kacangan, minyak kelapa murni, dan buah-buahan seperti alpukat. Lemak baik diperlukan tubuh untuk menyerap nutrisi, serta berperan penting juga untuk menyediakan energi bagi tubuh.
  • Batasi makanan bergaram
Mengkonsumsi makanan dengan garam yang tinggi justru membuat tubuh kita cepat lapar dan dehidrasi, jadi alangkah baiknya si 'garam' ini kita batasi. Kenapa dibatasi, bukan dihindari? Karena menurut Miichan, tubuh kita juga membutuhkan garam :D
  • Hindari makanan yang lembek
Untuk menjaga tubuh tetap berenergi, sebaiknya jangan memakan makanan yang lembek. Kecuali untuk orang yang memang hanya bisa makan makanan lembek dan ingin puasa, ya. Hal ini dikarenakan makanan lembek dapat membuat tubuh menjadi cepat lemas.
  • Penuhi kebutuhan cairan
Selain makanan, jangan lupa bahwa tubuh kita juga butuh cairan. Cairan yang diutamakan adalah air putih! Usahkanlah minimal 8 gelas sehari, pada saat sahur dan berbuka, jangan pada saat siang bolong. Kecuali untuk kasus lupa tanpa disengaja ^-^ Jika kebutuhan cairan kita terpenuhi, kita akan terhindar dari dehidrasi.

Selain itu, hindari minuman manis saat sahur. Tidak hanya konsumsi yang asin yang membuat kita lemas, tetapi yang manis juga membuat lemas. Seperti teh manis misalnya. Yah, gula memang memberikan tambahan energi bagi kita, tapi itu hanya bersifat sementara. 
  • Olahraga
Selain memperhatikan yang kita konsumsi, ada baiknya juga kita beraktivitas fisik seperti olahraga. Dengan berolahraga, kita membuat tubuh kita menjadi bugar. Tapi, perhatikanlah banyak energi yang dibutuhkan untuk berolahraga, dan pilihlah olahraga yang ringan saja. Dikhawatirkan jika olahraga terlalu berat, maka akan menghabiskan energi terlalu banyak dan menghabiskan energi kita.
  • Jangan dirasakan
Ya, biasanya kalau di bulan puasa, kita akan semakin perhatian sama jam. Padahal, ada baiknya kita tidak usah begitu memikirkan puasa. Apalagi sambil memikirkan makanan dan minuman yang akan disediakan waktu berbuka nanti. Malah menggoda, you know? -_- Ada baiknya kita bersugesti positif bahwa kita kuat menahan lapar dan haus sampai waktunya tiba. Sama halnya perasaan takut, perasaan lapar dan haus juga dapat dikendalikan melalui pikiran. 

Daripada memikirkan rasa lapar, ada baiknya kita menyibukkan diri. Seperti olahraga (yang disebutkan di atas), membaca buku, menekuni hobi, atau yang lainnya. Bahkan lebih baik lagi, kita menyibukkan diri dengan beribadah. Selain waktu yang tidak terasa, pahala pun bisa kita dapatkan dengan beribadah.

OoOoO

Nah, semoga dapat bermanfaat ya!
Ganbatte ne, pasti kita bisa berpuasa sampai maghrib nanti! Yooosh~!

Source here and here

Komentar

  1. Oke Miichan, makasih tipsnya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama ^^)/ Mari kita berpuasa dengan penuh semangat :D

      Hapus
  2. Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar, ya, iCHA Chan ^w^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

Download Digimon Adventure 01 (1 - 54 [END]) Subtitle Indonesia

Minna, ohayou! Kesempatan kali ini, Miichan ingin membagikan link   download  untuk anime   Digimon , tepatnya yang season  1, yaitu Digimon Adventure 01. Apa kalian pernah dengar? Mungkin untuk 'Digimon' keseluruhan ( yang mencakup 7 season ) kalian pernah mendengar atau malah menontonnya. Terlebih lagi Digimon Xros War ( Miichan kurang tahu itu season ke berapa ) saat ini tengah ditayangkan di Indosiar. (Baca juga yuk >>  Apa Itu Digimon? ) Tetapi, Digimon Adventure 01 adalah season paling pertama yang mungkin tidak begitu terkenal lagi sekarang. Meskipun begitu, setelah Miichan survei, banyak penyuka Digimon yang mengaku season inilah yang paling seru, bersama dengan Digimon Xros War. Dahulu, season ini juga ditayangkan di Indosiar. Sekitar 6 - 7 tahun yang lalu kalau tidak salah, saat Miichan masih kelas 2 - 3 SD '-' Menurut Miichan, rating  Digimon Adventure 01 ini K+. Genre nya adalah adventure , friendship , dan fantasy . Di Digimon Adve...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...