Langsung ke konten utama

kok

Kenapa Harus Sertakan Sumber di Artikel Blog?

Hola hollaa!! Di sini Miichan mau ngepost berdasarkan suara hati Miichan sendiri #eh

Kalau diperhatikan, rata-rata di setiap post Miichan di blog ini ada tulisan 'sumber' atau 'source'. Kenapa?? Kok harus disertakan sumbernya sih? Sepenting apa? Emang gunanya buat apa? Bukankah lebih baik nggak usah ditulis biar kesannya itu bikinan sendiri, carian sendiri, ditemukan sendiri?

Nah, Miichan dulu kayak begitu. Sampai suatu ketika, Miichan mengalami peristiwa seperti ini :

Miichan membuat sebuah fanfic berjudul 'Keroppi Tidak Sedih Lagi' yang menceritakan Keroppi ikut lomba basket. Tapi saat latihan, Keroppi diledek oleh teman-temannya karena pendek. Akhirnya dia membuat alat dan berlatih keras, hingga akhirnya kelompoknya menang. Selanjutnya, Miichan post di blog Miichan yang telah Miichan hapus. Kemudian, setelah beberapa saat, Miichan iseng-iseng cari soal Keroppi. Terus ketemu dan Miichan buka. Lho, kok ada fanfic yang persis kayak punya Miichan? Miichan baca.. Iya, sama persis. Memang sih, di blog itu tidak disebutkan itu karyanya sendiri, tetapi juga tidak disebutkan sumber ceritanya.

Karena itu, Miichan jadi kesal, marah, kecewa, sedih.. Miichan sudah capek-capek bikin, capek-capek berkarya, tetapi dicuri orang. Kesel nggak sih? Misalnya kalian ujian, terus belajar, terus pas ujian, temen nyontek. Akhirnya, nilai kalian sama-sama bagus, padahal temen kalian itu nggak belajar. Kesel kan? Sama!

Maka dari itu, Miichan udah tahu gimana rasanya dicuri karyanya. Makanya, sejak dari itu, Miichan pun selalu menyertakan sumber darimana Miichan mengambilnya sebagai bentuk rasa menghargai dari Miichan. Nah lho, kalau misalnya kalian lihat ada artikel bagus, asal comot nggak bilang nggak menyertakan sumber, sopan nggak sih? Udah diambil, terus kita nggak ada sama sekali terima kasih atau bentuk menghargai?

Nah, maka dari itu, Miichan selalu berusaha untuk menyertakan sumber. Ini termasuk dalam etika membangun blog juga, walaupun hanya menurut Miichan.. Mungkin ini hal sepele, tapi pencomotan secara sengaja tanpa sumber itu sudah termasuk pencurian! Miichan hanya ingin mengingatkan hal itu saja. Dan itu juga yang membuat Miichan membuat blog ini anti copypaste.

Sekian, semoga isi hati Miichan yang amburadul ini bermanfaat ya ^^ Tanggapan kalian bisa ditulis di kolom komentar! ^^

Komentar

  1. Aku jg punya cerpen pas itu bwt lomba, eh, ada yg ngikutin cerpennya, persis lagi kyk punya aku! memang menyebalkan sekali orang yg seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tidak mungkin ada orang yang suka kepada copasser tanpa menyertakan sumber seperti itu :(

      Terima kasih sudah berkomentar, ya, iCHA Chan ^^

      Hapus
  2. mau nanya nih ane michan, misalkan ya.. video youtube.. masukan ke blogger postingan.. berarti kita cantumkan url sumber youtube nya di bawah, sourcenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan rasa, sih, perlu. Atau minimal tulis nama uploader video itu sendiri.. Tapi Miichan kurang tahu juga yang terbaiknya bagaimana, karena Miichan belum pernah memasukkan video youtube ke postingan. Hanya pernah mencantumkan link yang mengarah ke youtube saja :)

      Terima kasih sudah membaca dan berkomentar, ya ^^
      Oh ya, omong-omong, sebenarnya pertanyaannya yang mana ya? '-'

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...