Langsung ke konten utama

kok

Kasus Detektif - Dimanakah Letak BOM?!

Ohayou minnasan. Ogenki desu ka. Kali ini, Miichan mau ngepost teka-teki kasus. Semoga suka dan bisa jawab ya.

Tipe Case : Easy

Suatu pagi, detektif bernama Detektif Miichan sedang menikmati pagi harinya sambil membaca komik di balkon belakang. Kemudian, terdengar suara ketukan pintu dan Detektif Miichan lekas membuka pintunya. Ternyata itu adalah Pak Walikota. Kemudian, inilah percakapannya.

W : Detektif, hari ini ada surat aneh yang berisi ancaman sampai di rumahku.
D : Oh ya? Coba, saya mau lihat!
W : Ini (memberikan surat). Oh ya, sejak dua tahun yang lalu, surat ini selalu datang pada tanggal yang sama. Dan kemudian terjadi pemboman di kota ini. Sepertinya, ini surat ancaman bom lagi.
D : Hm hmm.. (sambil membaca)

"Malaikat pencabut nyawa menyiapkan pedangnya dan menunggu angin akan berhembus ke arah utara. 41-1-31-1-02-1-02-51-11, kau mungkin akan terpaku pada tempat di mana berkumpulnya barang-barang yang kau anggap tak penting, di mana di situlah pusat permasalahannya!" 

W : Detektif?
D : Siapkan mobilmu
W : Apa?
D : Panggil penjinak bom, kita ke tempat bom itu sekarang. Sebelum terlambat!

Pertanyaannya :
1. Di manakah letak bom tersebut?
2. Kapan bom tersebut akan meledak?

Nah, Miichan tunggu jawabannya di kolom komentar ya! ^^

-Update-
Kunci jawaban lihat di sini (^^)

Komentar

  1. mungkin bom nya ada di tempat rongsok meledak jam 12 siang

    BalasHapus
  2. mungkin
    bom itu ada ditempat pembuangan akhir, dimana semua barang/ benda dianggap tidak penting. dan waktunya berdasarkan angka diatas kalo dikurang2 hasilnya akan jadi -59 jadi jam 5 pagi lewat 9 menit kali.
    just my opini^^

    BalasHapus
  3. Terima kasih bagi yang telah berkunjung dan menjawab kasus di atas!! ^^
    Untuk melihat kunci jawabannya, telah Miichan posting dari termasuk ke postingan Mei 2014 :)

    BalasHapus
  4. Haiiihh... ceritamu bagus bangettt, Miichan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya, sudah datang dan berkomentar ^^)/
      Datang lagi, ya, iCHA ^^

      Hapus
    2. Di taman kota karena angka tersebut dibalikkan dan dipecahkan dengan sandi angka pada tanggal 13-1-14 pada jam 11 lewat 15 menit

      Hapus
    3. Terima kasih sudah menjawab, Khoza ^^ Mohon maaf baru Miichan lihat komentar Khoza > < Silakan lihat kunci jawabannya pada link di atas, ya ^^

      Hapus
  5. Di Mal jam 12 siang atau malam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah menjawab, mohon maaf baru saya balas > < Silakan melihat kunci jawaban pada link di atas, ya ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...