Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Faktor Penyebab Kepadatan Penduduk

Suatu wilayah dapat menjadi padat jika terdapat faktor pendukung di dalamnya. Antara lain :
  • Kesuburan tanah
Daerah yang subur dapat digunakan untuk aktivitas pertanian ataupun perkebunan. Aktivitas tersebut dapat digunakan sebagai sumber aktivitas ekonomi pula. Karenanya, biasanya wilayah berdaerah yang subur adalah wilayah yang padat. 
  • Bentuk lahan
Selain kesuburan tanah, bentuk lahan juga menjadi faktor penting bagi seseorang memilih tempat bermukim. Biasanya daerah dataran lebih padat dibanding yang tidak datar, seperti perbukitan ataupun pergunungan. Hal ini disebabkan karena dengan lahan yang datar memudahkan mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain.
  • Iklim
Iklim yang lebih banyak diminati (A/N : Mohon maaf kalau penggunaan katanya salah '-') biasanya adalah iklim yang tidak berubah secara drastis. Dibandingkan dengan iklim subtropis, tentu saja lebih nyaman tinggal di daerah tropis. Mengapa? Karena suhu antara musim yang satu dengan yang lainnya tidak jauh berbeda. Bandingkanlah dengan iklim subtropis yang musimnya dapat bersuhu ekstrim. Pada musim panas dapat sangat panas sampai 40 derajat, sedangkan pada musim dingin bisa mencapai suhu kurang dari 0 derajat.
  • Pusat pemerintahan
Meskipun tanahnya tidak subur, biasanya wilayah yang menjadi pusat pemerintahan akan menjadi padat. Contohnya Jakarta. Tidak hanya di Indonesia, negara yang lain pun kemungkinan besar wilayah yang menjadi pusat pemerintahannya lebih padat dibanding wilayahnya yang lain. Misalnya Tokyo, Jepang ataupun Seoul, Korea Selatan. Orang-orang memilih tinggal di wilayah ini karena biasanya wilayah yang menjadi pusat pemerintahan, semua aktivitas ada berpusat di sini.
  • Pusat pendidikan
Selain pusat pemerintahan, wilayah yang menjadi pusat pendidikan pun biasanya adalah wilayah yang padat. Hal ini disebabkan karena orang-orang pasti ingin mendapat pendidikan yang baik dan biasanya sesuatu yang menjadi pusat adalah sesuatu yang baik. Maka dari itu, orang-orang pun memilih tinggal di sini.

  • Prasarana jalan
Faktor yang ini berkaitan dengan dua faktor pertama, yaitu kesuburan tanah dan bentuk lahan. Bayangkanlah, di tanah yang keras dan kering kerontang, tentu saja sulit membuat jalan yang rata (A/N : Mohon maaf kalau salah ><) Dan di lahan yang tidak datar pun sama sulitnya. Tetapi di jalan yang subur dan datar, hal ini dapat dilakukan dengan mudah. Dengan prasarana jalan yang memadai, mobilitas dapat berlangsung dengan lancar sehingga aktivitas dapat dilakukan dengan baik.

Begitulah beberapa faktor penyebab kepadatan penduduk. Mohon maaf kalau ada beberapa yang salah, ya! >< Faktor ini Miichan kutip dari penjelasan guru IPS Miichan, sementara penjelasannya berdasarkan logika Miichan. Semoga bermanfaat!

Dibutuhkan tanggapannya baik berupa kritik, saran, ataupun ada yang mau memberi tambahan faktor? Silakan, Miichan tunggu di kolom komentar ^^

Komentar

  1. kok engggak bisa di copy sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, tetapi Blog Miyoko-chan memang tidak bisa di-copy. Mohon pengertiannya :) Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...