Langsung ke konten utama

kok

[Cerpen] "Nama Keluargaku, Nama Ibukota" by Miichan ^^

Pagi menjelang siang~

Miichan mau ngepost salah satu cerpen Miichan yang  pernah dipublikasikan di Bobo Kidnesia. Judulnya "Nama Keluargaku, Nama Ibukota"

Selamat membaca!

.
.

"Wina, nama keluarga kamu keren ya!"
"Cerita kamu kemarin nggak bohong kan?"
"Ih, aku jadi ingin deh!"
Banyak tanggapan yang dikatakan teman-teman tentang ceritaku kemarin. Judulnya nama keluargaku, nama ibukota. Aku akan menceritakannya pada kalian.


***
Hai, namaku Wina Aunidha. Aku lahir di Wina, Austria. Namaku dengan nama tempat lahirku sama-sama Wina. Yap, WINA. Dan, bukan hanya aku saja, tetapi juga orang tuaku dan 9 saudaraku.
Ibuku bernama Nicosia. Beliau lahir di ibu kota negara Siprus, Nicosia. Sedangkan ayahku bernama Abu Dhabi. Nama ibu kota yang umum. Tepat sekali! Abu Dhabi adalah ibu kota Uni Emirat Arab.
Lalu, kakak pertamaku. Namanya Sofia Rianidha. Umurnya sekarang 9 tahun lebih tua dariku, 19 tahun. Dia lahir di ibukota Bulgaria, Sofia. Sesuai tempat ia lahir, ia diberi nama SOFIA.
Kakak keduaku, Akra. Akra adalah tempat ia lahir. Akra merupakan ibukota negara Ghana. Dan kakak ke-3 ku, Amman Yonidha. Ia lahir di Amman, Yordania.
Kakak ke-4 ku, Valleta. Valleta adalah ibu kota negara Malta. Di sanalah ia dilahirkan.
Lalu adik pertamaku yang masih kelas 2 SD, namanya Yaounde Runnidha. Nama yang sulit dilafalkan. Yaounde berasal dari nama ibukota Kamerun tempat ia dilahirkan, Yaounde.
Riyadh adalah adik keduaku. Sekali lagi, namanya sesuai nama tempat ia lahir. Ia lahir di Riyadh, Arab Saudi.
Adikku yang paling kusayangi, Alma dan Ata juga begitu. Si kembar ini lahir di kota Alma Ata, Kazakhstan. Dan adik bungsuku, Havana Kunidha. Teman-teman pasti sudah tahu bahwa ia lahir di Havana, Kuba.
Bagaimana, unik bukan keluargaku?
***
Kalian sudah membacanya dan mungkin tanggapan kalian sama dengan teman-temanku. Hebat dan unik.. Sejak lahir, aku sudah terbiasa berpindah-pindah sehingga hal itu bisa terjadi. Sekarang, kami tinggal di tempat yang bukan asal kami. Kalian tahu, sekarang kami tinggal di Jakarta, Indonesia. Kalau aku punya adik lagi, mungkin saja namanya Jakarta. Hehehe..

.
.

Sekian~
Untuk melihat cerita ini di Bobo Kidnesia, klik di sini >> here

Semoga suka ceritanya, ya!
Miichan tunggu kritik dan sarannya di kolom komentar! ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...