Langsung ke konten utama

kok

Vocaloid - Reboot (Lirik + Terjemahan)

Ohayou!! Pagi hari ini, Miichan mau post lagu Reboot by Vocaloid (Hatsune Miku Megurine LukaSamune Jimi)

Lagunya ini sedih, berkisar tentang persahabatan kalau Miichan tonton MVnya (bisa dilihat di youtube :D) Langsung aja, selamat menikmati!!



REBOOT
Memulai Kembali

Mada sukoshi kurai heya mahouzukai ga orite
"Sayonara" to dake tsugeta 
Kisetsu no nai hibi ga kasanari hajimeta toki wo
Mada oboeteiru yo 
- Seorang penyihir berlabuh di ruangan yang agak gelap
- Hanya untuk berkata "Selamat tinggal"
- Masa di mana hari-hari tanpa musim mulai menumpuk
- Aku masih mengingatnya

"Suki na iro de kazaritsukete goran yo"
Hitotsu hitotsu karamasete wa toita
Kogareteita koto ni kizuku mae ni
Bokura wa kansei wo osorete
Toozaketeita 
- "Lihat, aku menghiasinya dengan warna kesukaanmu,"
- Perlahan-lahan aku terjebak dalam keragu-raguan
- Sebelum membuat sesuatu yang disukai
- Aku sudah takut menyelesaikannya
- Aku melarikan diri

Ima wa shirokuro no butai kara denshi no yume wo miteru
Saisei wo inotta ashioto
Soshite sameteita yojigen wa sono iro wo kae
Ubugoe wo ageta 
- Aku menyaksikan mimpi elektronik dari panggung hitam-putih
- Berdoa agar semua dapat diulang
- Lalu akan kuganti warna dimensi keempat yang telah memudar
- Membangkitkan tangis seorang bayi yang baru lahir

Itsumodoori no fuukei wa nigemichi wo fusaide
Sono hi wo yoake ni hajiita 
Kisetsu no nai hibi ga saigen naku tsuzuiteku
Sonna kigashiteru'nda 
- Rutinitas sehari-hari menghalangi jalan pelarianku
- Juga mempermainkan cahaya di kala fajar
- Hari-hari tanpa musim berlanjut tanpa henti
- Begitulah yang kurasakan

Akasareta shinjitsu dokoka kitai hazure
Kanashimi wo matotta kagerou
Itsumo kansei wo osorete wa tozashita SUTOORII
Hiraita sono tsuzuki wa-- 
- Kenyataan yang terungkap merenggut harapan di suatu tempat
- Aku mencoba bersinar meski berbalut kesedihan
- Ketakutan yang selalu ada untuk menyelesaikan sesuatu merupakan kisah penutup
- Kesempatan kedua pun terbuka

Shirokuro no butai kara denshi no yume wo miteru
Saisei wo inotta ashioto
Soshite semeteita yojigen wa sono iro wo kae
Ubugoe wo ageta
- Aku menyaksikan mimpi elektronik dari panggung hitam-putih
- Berdoa agar semua dapat diulang
- Lalu akan kuganti warna dimensi keempat yang telah memudar
- Membangkitkan tangis seorang bayi yang baru lahir

Informasi :
Lirik dan musik oleh Jimmy Thumb-P
Dinyanyikan oleh Hatsune Miku, Megurine Luka, Samune Zimi
Versi Indonesia diterjemahkan oleh Miichan sendiri
Kode warna dibuat oleh Miichan sendiri

Sudah ya, semoga suka dan bermanfaat! Harap tinggalkan jejak berisi komentar, kritik, atau pun saran! Terima kasih ^^ Mohon maaf ya kalau ada kesalahan~

Komentar

  1. AKU PENGGEMARNYA!! TERIMAKASIH MII-SENPAI!! ^3^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bermanfat bagi Nashwa ya ^^ Terima kasih sudah datang ^^)/

      Hapus
  2. Jujur aja Miichan, ini lagunya sedih bangeeeetttt...
    Makasih udah dibuatin liriknya ya!Oh iya, saran aja Miichan kalau nulis lirik berikan Videonya aja Miichan, supaya orang bisa langsung dengar videonya kayak punyaku.
    Makasih Miichan~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama-sama dan terima kasih kembali atas saran dan kunjungannya :) Tapi Miichan khawatir tidak semua pengunjung Miichan menyukai tambahan video, dan Miichan juga seperti itu, jadi mohon maaf ya, Aisha. Belum bisa Miichan tambahkan :)

      Hapus
  3. Kalo lirik lagu adante-nya signalP
    aku suka bgt lagunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah maksud Nabila ingin merequest lagu tersebut di blog ini? Jika begitu, akan Miichan selesaikan dengan cepat, ya :) Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Nabila ^^

      Hapus
  4. Waw lirik sedih juga 😭 tp bagus koq👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang sedih, apalagi video klipnya > <)
      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar ^^

      Hapus
  5. Dari awal sih biasa biasa ajah tpi pas Di akhirnya Sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, setuju sekali > <)
      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...