Langsung ke konten utama

kok

Apa Kata Anak-Anak Tentang Jepang??

Holaa~ Miichan menemukan artikel menarik di facebook, maka dari itu, Miichan share di sini ^^

Apa Kata Anak-Anak Tentang Jepang?


Lembaga pendidikan Berlitz Jepang mengadakan survey terhadap 1.626 anak-anak Jepang yang sebagian besar masih di bangku SD. Mereka menyanyakan pendapat mereka tentang Jepang. Yang menarik dari survey ini: respondennya adalah anak-anak. Dan seperti yang kita tahu, anak-anak tidak bisa berbohong. Ayo kita lihat hasilnya... 


Apa Kata Anak-Anak Tentang Jepang?

Apa Kata Anak-Anak Tentang Jepang?

▼ Apakah kamu suka dengan Jepang? 

Saya suka: 52.2%
Saya mungkin suka: 44.7%
Biasa saja: 2.7%
Saya tidak suka: 0.4% 

▼ Apa yang kamu suka dari Jepang? 

1. Orang-orang ramah, rajin dan sopan
2. Banyak anime dan manga
3. Banyak video game
4. Banyak makanan yang enak
5. Tidak perlu takut jalan-jalan sendiri
6. Tidak perlu takut kehilangan barang
7. Kereta dan bus selalu tepat waktu
8. Banyak pemandangan yang indah
9. Lingkungan yang bersih
10. Ada empat cuaca 

▼ Apa yang kamu TIDAK suka dari Jepang? 

1. Terlalu banyak ujian dan ulangan
2. Peraturan sekolah terlalu ketat
3. Bullying di sekolah sering terjadi
4. Orang-orang dewasa terlalu serius
5. Banyak yang mau ikutan tren (boros)
6. Sering gempa bumi
7. Rumah/apartemen terlalu sempit
8. Anak-anak sering dipaksa belajar
9. Rasanya uang adalah segalanya
10. Jarang yang bisa bahasa Inggris 

Dari hasil diatas, bisa disimpulkan kalau saya sendiri mungkin tidak akan bertahan di sekolah Jepang. ^_^! 

Waah, ternyata ada sisi suka dan duka menurut anak-anak tentang Jepang ya! Kalau Miichan lebih senang untuk mengambil positifnya saja, tetapi itu terserah kita berpendapat sih! Semoga bermanfaat!

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin tepatnya bukan pintar, tetapi kreatif. Karena jika kita lihat di anime (yang bisa kita jadikan patokan orang Jepang asli), masih banyak yang tidak begitu pintar seperti Jintan di AnoHana ataupun Nobisuke di Doraemon. Tetapi kalau kreatif, Jepang memang sudah terbukti dengan banyaknya karya yang dihasilkan oleh mereka.

      Untuk yang Bahasa Inggris, memang benar banyak yang tidak bisa. Selain itu, bagi yang bisa pun terkadang pengucapannya masih tidak begitu mirip (Contoh : River >> Ribaa) karena lidahnya tidak terbiasa, lain halnya dengan kebanyakan orang Indonesia ^^

      Waduh, Miichan jadi menjabarkan begini '-' Maaf ya!
      Terima kasih sudah berkomentar, ya, iCHA ^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...