Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Goose House - Kono Yubi Tomare (Lirik + Terjemahan)

Hasil gambar untuk goose house kono yubi tomare

KONO YUBI TOMARE
Raihlah Jemari Ini

Oboeterukai yeah moeru jounetsu o
Sasae ai tasukeaeru
Saa tamerawazu ni kono yubi tomare
- Ingatkah? Yeah, semangat kita yang membara
- Kita saling membantu dan mendukung
- Jadi raihlah jemari ini tanpa ragu

Sumiwataru sora akarui mirai o shinji 
Gamushara ni hashitta ano koro 
Zenryoku zenshin kidzukeba 
Kurayami no naka mogaiteta dake 
- Dengan keyakinan masa depan akan cerah di bawah langit yang cerah
- Kita berlari penuh semangat waktu itu
- Usaha kita untuk maju sudah yang terbaik
- Setelah berjuang menerobos kegelapan

"Wakaikara shouganai" to ka 
Nagusame ni mo naranai kotoba bakari 
Kizuato o shotta mama otona ni natte 
- "Kamu tidak bisa karena masih muda"
- Hanya kata-kata, tapi rasanya mengusik sekali
- Kita menjadi dewasa sambil membawa bekas luka

Kikoeterukai yeah kimi o yobu koe 
Bokura ga ushinatta yume
Kibou wa koko ni aru 
- Terdengarkah? Yeah, suara yang memanggilmu
- Sekalipun kita kehilangan mimpi
- Harapan masih tetap ada

Oboeterukai yeah moeru jounetsu o
Sasae ai tasukeaeru
Saa tamerawazu ni kono yubi tomare
- Ingatkah? Yeah, semangat kita yang membara
- Kita saling membantu dan mendukung
- Jadi raihlah jemari ini tanpa ragu

Tsureau tomo o ushinau kowasa ni 
"Sou da ne" tte gomakashiteta ano koro 
Honki de butsukari au taisetsu sa
Wasuretetanda 
- Karena takut kehilangan teman yang selalu bersama
- Jadi berbohong dengan berkata "Iya, begitu," waktu itu
- Padahal penting untuk berkata jujur meski menyakitkan
- Kita lupa akan hal itu

Shinjiterukai yeah me o sorasanai de 
Bokura ga ushinatta ai
Kizuna wa koko ni aru 
- Percayakah? Yeah, jangan mengalihkan pandangan
- Sekalipun kita kehilangan cinta
- Ikatan kita masih tetap ada

Shitterukai yeah aruki hajimeta 
Hitori ja nai bokura ga iru
Saa tamerawazu ni kono yubi tomare 
- Tahukah? Yeah, kita mulai melangkah
- Kamu tidak sendiri; kami ada untukmu
- Jadi raihlah jemari ini tanpa ragu

Sou! Kanashii toki wa tomo ni naki 
Sou! Tanoshii toki wa tomo ni warai 
Sou! Tsurai toki wa katariatte 
Sou! Kakegae no nai nakama 
Tomo ni ikou! 
- Ya! Di saat sedih, kita menangis bersama
- Ya! Di saat senang, kita tertawa bersama
- Ya! Di saat sulit, kita berdiskusi (untuk menyelesaikannya)
- Ya! Teman-teman yang tidak akan terganti
- Mari melangkah bersama!

Kikoeterukai yeah kimi o yobu koe 
Bokura ga ushinatta yume
Kibou wa koko ni aru 
- Terdengarkah? Yeah, suara yang memanggilmu
- Sekalipun kita kehilangan mimpi
- Harapan masih tetap ada

Oboeterukai yeah moeru jounetsu o
Sasae ai tasukeaeru
Saa tamerawazu ni
- Ingatkah? Yeah, semangat kita yang membara
- Kita saling membantu dan mendukung
- Jadi jangan ragu

Shinjiterukai yeah me o sorasanai de 
Bokura ga ushinatta ai
Kizuna wa koko ni aru 
- Percayakah? Yeah, jangan mengalihkan pandangan
- Sekalipun kita kehilangan cinta
- Ikatan kita masih tetap ada

Shitterukai yeah aruki hajimetanda
Hitori ja nai bokura ga iru
Saa tamerawazu ni kono yubi tomare 
- Tahukah? Yeah, kita mulai melangkah
- Kamu tidak sendiri; kami ada untukmu
- Jadi raihlah jemari ini tanpa ragu

Kono yubi tomare 
- Raihlah jemari ini

Kimi wa mou hitori de aruite ikeru
Motto saki e susunde ikeru darou
Furikaereba itsudemo koko ni iru kara 
Sono toki wa kimi no kotoba de 
Kono yubi tomare 
- Kamu tidak lagi berjalan sendirian
- Jadi, kamu akan melangkah lebih jauh, kan?
- Jika kamu menoleh, kami selalu ada di sini
- Di saat itu, biarkan kata-katamu
- Meraih jemari (diriku) ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...